Langsung ke konten utama

Rekomendasi :

Apakah Hobi Wajib Ada di CV? Ini Jawabannya!

Apakah Hobi Wajib Ada di CV? Ini Jawabannya!


Ketika membuat CV, masih banyak pencari kerja yang bingung apakah bagian hobi harus dicantumkan atau justru sebaiknya dihilangkan. Ada yang menganggap hobi bisa membuat CV terlihat lebih menarik, sementara yang lain memilih mengisinya dengan berbagai aktivitas agar CV terlihat lebih lengkap.

Padahal, hobi bukan komponen wajib dalam CV.

CV pada dasarnya dibuat untuk membantu recruiter memahami siapa kandidat, latar belakang pendidikan, pengalaman, keterampilan, serta kecocokannya dengan posisi yang dilamar. Karena itu, ruang dalam CV sebaiknya lebih dahulu digunakan untuk informasi yang memang berhubungan langsung dengan pekerjaan.

Meski begitu, bukan berarti hobi tidak berguna sama sekali. Dalam kondisi tertentu, hobi justru bisa menjadi informasi tambahan yang menarik, terutama bagi fresh graduate atau pelamar yang pengalaman kerjanya masih terbatas.

Jadi, apakah hobi wajib ada di CV? Tidak. Tetapi dalam kondisi tertentu, hobi bisa menjadi nilai tambah.

1. Kenapa Bagian Hobi Sebenarnya Bukan Komponen Utama CV?

Berbeda dengan nama, kontak, pendidikan, pengalaman, dan skill, hobi tidak secara langsung menunjukkan kualifikasi profesional seseorang.

Misalnya Kamu menulis:

Hobi: menonton film, bermain game, jalan-jalan.

Informasi tersebut memang memberi sedikit gambaran mengenai aktivitas pribadi, tetapi belum tentu membantu HRD mengetahui apakah Kamu mampu menjalankan pekerjaan yang dilamar.

Bandingkan dengan:

Skill: Microsoft Excel, administrasi dokumen, data entry, dan pengarsipan.

Untuk posisi Admin, informasi kedua tentu jauh lebih relevan.

Karena itu, jika ruang CV terbatas, skill dan pengalaman harus diprioritaskan sebelum hobi.

Prinsip sederhananya adalah:

Pengalaman → Skill → Pendidikan/Sertifikasi → Informasi tambahan → Hobi

Bukan berarti urutan tersebut harus selalu sama, tetapi prinsipnya adalah dahulukan informasi yang paling membantu HRD menilai kecocokan Kamu dengan pekerjaan.

2. Kapan Hobi Layak Dimasukkan?

Hobi layak dimasukkan apabila memberikan informasi tambahan yang relevan atau membantu menjelaskan minat dan aktivitas Kamu.

Misalnya Kamu melamar sebagai:

  • Kitchen/F&B dan memiliki hobi memasak.
  • Content Creator dan memiliki hobi fotografi.
  • Social Media dan memiliki hobi membuat konten.
  • Desain dan memiliki hobi menggambar.
  • Teknisi dan memiliki ketertarikan terhadap otomotif.
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan olahraga dan aktif berolahraga.

Dalam kondisi seperti ini, hobi bukan sekadar "pengisi CV", tetapi dapat memperkuat cerita mengenai minat Kamu.

Namun, tetap jangan berlebihan.

Hobi adalah pendukung, bukan pengganti skill profesional.

3. Kapan Hobi Sebaiknya Tidak Dimasukkan?

Ada beberapa kondisi ketika bagian hobi justru lebih baik dihilangkan.

Jika CV Sudah Terlalu Penuh

Daripada memenuhi halaman dengan daftar hobi, gunakan ruang tersebut untuk:

  • Pengalaman.
  • Skill.
  • Sertifikasi.
  • Proyek.
  • Pencapaian.

Jika Hobinya Terlalu Umum

Contohnya:

  • Menonton.
  • Tidur.
  • Jalan-jalan.
  • Bermain HP.

Informasi seperti ini biasanya tidak memberikan nilai tambah yang berarti.

Jika Tidak Berhubungan dengan Posisi

Kamu tidak harus memaksakan semua hobi agar terlihat relevan.

Misalnya melamar sebagai Admin dan memiliki hobi menonton film. Tidak masalah jika hobi tersebut tidak dicantumkan.

Jika Hanya Ingin Membuat CV Terlihat Lebih Panjang

CV yang panjang belum tentu lebih baik.

Untuk fresh graduate, CV yang singkat tetapi relevan justru lebih mudah dibaca.

4. Apakah Fresh Graduate Perlu Mencantumkan Hobi?

Tidak wajib, tetapi fresh graduate memiliki alasan yang lebih masuk akal untuk mencantumkannya.

Fresh graduate biasanya belum memiliki banyak pengalaman kerja. Akibatnya, isi CV dapat terlihat cukup kosong.

Dalam kondisi tersebut, hobi yang relevan dapat digunakan sebagai informasi pendukung untuk menunjukkan minat atau aktivitas yang berhubungan dengan posisi yang dituju.

Contohnya:

Hobi: Memasak

Memiliki ketertarikan pada kegiatan memasak dan mencoba berbagai resep, terutama pengolahan makanan sederhana.

Jika melamar posisi kitchen, informasi tersebut lebih relevan dibanding sekadar:

Hobi: Memasak, membaca, travelling.

Tetapi tetap ingat, hobi tidak boleh dibuat seolah-olah sebagai pengalaman kerja.

Hobi memasak tidak berarti Kamu otomatis memiliki pengalaman sebagai Cook.

5. Bagaimana Kalau Belum Punya Pengalaman Kerja?

Ini kondisi yang sering dialami fresh graduate.

Jika belum pernah bekerja, jangan membuat CV hanya berisi:

  • Biodata.
  • Pendidikan.
  • Hobi.
  • Keahlian umum.

Kamu masih dapat memasukkan pengalaman lain seperti:

  • PKL.
  • Magang.
  • Organisasi.
  • Kepanitiaan.
  • Praktik sekolah.
  • Proyek.
  • Freelance.
  • Part-time.
  • Pengalaman membantu usaha keluarga.
  • Kegiatan sukarela.

Misalnya belum pernah bekerja sebagai Admin, tetapi pernah menjadi bendahara organisasi.

Daripada hanya menulis:

Hobi: Membaca dan bermain badminton.

lebih baik gunakan ruang CV untuk:

Bendahara Organisasi

Mengelola pencatatan pemasukan dan pengeluaran kegiatan serta membuat rekap sederhana.

Informasi tersebut jauh lebih kuat karena menunjukkan pengalaman yang dapat dikaitkan dengan pekerjaan Admin atau Finance.

Jadi, jangan menjadikan hobi sebagai pengganti pengalaman apabila sebenarnya Kamu memiliki pengalaman nonformal yang relevan.

6. Hobi vs Skill: Mana yang Lebih Penting?

Jawabannya cukup jelas:

Skill lebih penting.

Hobi menunjukkan aktivitas atau ketertarikan seseorang, sedangkan skill menunjukkan kemampuan yang dapat digunakan dalam pekerjaan.

Contohnya:

Hobi: Fotografi

belum tentu berarti:

Skill: Adobe Lightroom, Photoshop, Camera Operation, Photo Editing.

Jika memang Kamu memiliki kemampuan tersebut, masukkan sebagai skill, bukan hanya hobi.

Begitu juga:

Hobi: Memasak

berbeda dengan:

Skill: Food Preparation, Basic Cooking, Food Hygiene.

Oleh karena itu, ketika suatu hobi sudah berkembang menjadi kemampuan yang dapat digunakan dalam pekerjaan, yang lebih penting ditonjolkan adalah skill-nya.

Hobi = apa yang Kamu sukai.

Skill = apa yang Kamu mampu kerjakan.

HRD lebih membutuhkan informasi kedua.

7. Hobi yang Relevan dengan Pekerjaan

Tidak semua hobi harus dimasukkan ke CV. Pilih yang mempunyai hubungan dengan bidang yang ingin Kamu masuki.

Hobi Bidang yang Relevan Cara Menjelaskannya
Memasak Kitchen/F&B Menunjukkan ketertarikan pada pengolahan makanan dan aktivitas dapur.
Fotografi Content/Social Media Menunjukkan ketertarikan pada visual, pengambilan gambar, dan pembuatan konten.
Menggambar Desain Menunjukkan minat terhadap visual dan kreativitas.
Otomotif Mekanik/Automotive Menunjukkan ketertarikan terhadap kendaraan dan dunia teknis.
Menulis Content/Media/Admin Menunjukkan ketertarikan terhadap penulisan dan pengolahan informasi.
Membuat video Content Creator Menunjukkan ketertarikan pada produksi dan editing video.
Olahraga Sport/Outdoor Menunjukkan aktivitas fisik dan ketertarikan pada bidang olahraga.
Berkebun Agribisnis/Perkebunan Menunjukkan ketertarikan terhadap tanaman dan aktivitas lapangan.
Komputer IT/Teknologi Menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi, tetapi skill teknis tetap perlu dijelaskan terpisah.
Membaca Pendidikan/Content Dapat menjadi informasi pendukung jika dikaitkan dengan bidang yang relevan.

8. Contoh Hobi yang Relevan dengan Posisi yang Dilamar

Bagian ini yang sering terlewat dalam artikel tentang hobi.

Jangan hanya menulis nama hobinya. Jika memang relevan, Kamu dapat memberikan penjelasan singkat mengenai hubungannya dengan bidang yang dilamar.

Namun, jangan membuat penjelasan terlalu panjang.

🍳 Memasak → Kitchen/F&B

Memasak

Memiliki ketertarikan pada pengolahan makanan dan mencoba berbagai resep, serta terbiasa memperhatikan kebersihan dan kerapian saat menyiapkan makanan.

Untuk posisi kitchen, hobi ini dapat menjadi informasi pendukung.

📷 Fotografi → Content/Social Media

Fotografi

Memiliki ketertarikan pada fotografi dan visual, termasuk mengambil serta mengolah foto sederhana untuk kebutuhan konten media sosial.

Jika sudah menguasai aplikasi editing, masukkan aplikasi tersebut sebagai skill, misalnya Canva, Lightroom, atau Photoshop.

🏸 Badminton → Berbagai Bidang

Badminton – Aktivitas yang membantu melatih konsistensi, fokus, disiplin, serta kemampuan bekerja sama dan berusaha mencapai target.

Penjelasan tersebut lebih cocok untuk CV karena tidak memakan terlalu banyak ruang.

🎨 Menggambar → Desain/Content

Menggambar

Memiliki ketertarikan pada ilustrasi dan visual sebagai aktivitas untuk mengembangkan kreativitas.

Jika sudah memiliki kemampuan desain, jangan berhenti di bagian hobi. Tambahkan:

Skill: Canva, Adobe Illustrator, basic graphic design.

🚗 Otomotif → Mekanik/Industri Otomotif

Otomotif

Memiliki ketertarikan pada kendaraan dan aktivitas perawatan dasar, serta senang mempelajari cara kerja komponen otomotif.

Jika Kamu memiliki kemampuan teknis, tuliskan secara terpisah:

Skill: Basic Automotive Maintenance, penggunaan hand tools, pemeriksaan komponen.

✍️ Menulis → Content/Marketing/Admin

Menulis

Memiliki ketertarikan pada penulisan dan penyusunan informasi agar lebih mudah dipahami pembaca.

Untuk posisi Content Writer, skill yang lebih penting misalnya:

Skill: Copywriting, SEO dasar, content writing, editing.

🎥 Membuat Video → Content Creator

Video Editing

Memiliki ketertarikan membuat dan mengedit video pendek untuk kebutuhan konten digital.

Jika memang dikuasai, cantumkan software seperti CapCut, Adobe Premiere Pro, atau aplikasi editing lain yang benar-benar Kamu kuasai.

💻 Teknologi/Komputer → IT

Teknologi

Memiliki ketertarikan mempelajari teknologi dan mencoba berbagai aplikasi maupun perangkat digital.

Tetapi untuk melamar IT, jangan menjadikan hobi sebagai bukti kompetensi.

Lebih baik tuliskan:

Skill: HTML, CSS, PHP, JavaScript, troubleshooting, atau skill lain yang memang dikuasai.

🌱 Berkebun → Agribisnis/Perkebunan

Berkebun

Memiliki ketertarikan pada tanaman dan aktivitas perawatan yang membutuhkan ketelitian serta konsistensi.

Untuk pekerjaan perkebunan, pengalaman praktik atau kemampuan teknis tetap jauh lebih penting.

Jangan Mengubah Hobi Menjadi Klaim yang Berlebihan

Ini bagian yang penting.

Hobi dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas seseorang, tetapi jangan membuat hubungan yang terlalu jauh.

Contohnya:

"Saya suka badminton sehingga memiliki kemampuan leadership yang sangat baik."

Pernyataan tersebut terlalu dipaksakan.

Lebih aman:

"Badminton membantu saya melatih disiplin, fokus, dan konsistensi."

Dengan begitu, Kamu menjelaskan manfaat yang masuk akal tanpa mengklaim kemampuan yang tidak bisa dibuktikan.

Apakah Hobi Bisa Membantu Saat Interview?

Bisa, terutama jika hobi yang dicantumkan memang benar-benar Kamu lakukan.

Misalnya HRD melihat:

Hobi: Fotografi

Kemudian bertanya:

"Sejak kapan suka fotografi?"

Kamu dapat menjelaskan pengalaman Kamu.

Masalahnya akan muncul jika hobi hanya ditulis agar CV terlihat menarik tetapi Kamu sebenarnya tidak memiliki aktivitas tersebut.

Karena itu, jangan memasukkan hobi yang Kamu sendiri tidak siap membicarakannya ketika interview.

Bagaimana Cara Menulis Hobi di CV?

Tidak perlu membuat paragraf panjang.

Format 1 — Singkat

Hobi: Memasak, fotografi, badminton.

Format 2 — Hobi + Konteks

Memasak – Memiliki ketertarikan pada pengolahan makanan dan mencoba berbagai resep.

Format 3 — Hobi yang Sangat Relevan

Fotografi & Content Creation – Aktif mempelajari fotografi dan membuat konten visual sederhana untuk media sosial.

Format ketiga lebih kuat apabila memang sesuai dengan posisi yang dilamar.

Berapa Banyak Hobi yang Sebaiknya Dicantumkan?

Tidak ada angka wajib.

Namun, 1–3 hobi yang paling relevan sudah cukup.

Tidak perlu membuat daftar panjang seperti:

Membaca, menonton, travelling, bermain game, memasak, badminton, sepak bola, musik, fotografi, berkebun, memancing, dan lain-lain.

Daftar seperti itu justru membuat bagian hobi terlihat seperti pengisi ruang.

Lebih baik pilih sedikit tetapi memiliki alasan.

Apakah Hobi Harus Disesuaikan dengan Lowongan?

Sebaiknya iya, jika Kamu memang memiliki hobi tersebut.

Misalnya Kamu melamar:

Crew Restaurant

Maka memasak atau aktivitas yang berkaitan dengan kuliner dapat menjadi informasi tambahan.

Melamar:

Social Media

Fotografi, editing video, desain, atau membuat konten lebih relevan.

Melamar:

Mekanik

Otomotif lebih masuk akal.

Melamar:

Admin

Hobi sebenarnya tidak terlalu penting. Lebih baik ruang CV digunakan untuk Excel, administrasi, data entry, pengarsipan, atau pengalaman organisasi.

Ini menunjukkan satu prinsip penting:

Tidak semua CV membutuhkan bagian hobi.

Jadi, Apakah Hobi Wajib Ada di CV?

Jawabannya adalah tidak.

Hobi merupakan bagian opsional yang bisa digunakan jika memang memberikan informasi tambahan yang berguna.

Prioritaskan terlebih dahulu:

  1. Profil yang jelas.
  2. Pendidikan.
  3. Pengalaman kerja, PKL, magang, organisasi, atau proyek.
  4. Skill yang relevan.
  5. Sertifikasi atau pelatihan.
  6. Pencapaian jika ada.
  7. Informasi tambahan seperti hobi jika memang relevan.

Jika CV sudah penuh dan Kamu harus memilih antara hobi atau skill, hampir selalu lebih baik memilih skill.

Kesimpulan

Hobi tidak wajib dicantumkan dalam CV.

Namun, hobi dapat menjadi nilai tambah apabila memiliki hubungan dengan bidang pekerjaan yang dituju atau membantu memberikan gambaran mengenai minat Kamu.

Untuk fresh graduate yang belum mempunyai banyak pengalaman, hobi yang relevan dapat digunakan sebagai informasi pendukung. Tetapi jangan sampai hobi mengambil tempat yang seharusnya digunakan untuk skill, pengalaman PKL, organisasi, proyek, sertifikasi, atau pencapaian.

Yang paling penting, jangan mencantumkan hobi hanya karena melihat contoh CV orang lain.

Tanyakan kepada diri sendiri:

"Apakah hobi ini memberikan informasi yang berguna bagi HRD untuk memahami kecocokan saya dengan pekerjaan?"

Jika jawabannya iya, masukkan secara singkat.

Jika jawabannya tidak, tidak masalah jika bagian tersebut dihilangkan.

Pada akhirnya, CV yang baik bukan CV yang paling banyak isinya, tetapi CV yang mampu menyampaikan informasi paling relevan dengan ruang yang terbatas.

© Loker Terbaru IND - Info Loker BUMN, CPNS & Swasta - All Rights Reserved