Langsung ke konten utama

Rekomendasi :

TEMBUS PT BONAFIT! Cara Membuat CV untuk Melamar Kerja Berdasarkan Posisi yang Ditargetkan

TEMBUS PT BONAFIT! Cara Membuat CV untuk Melamar Kerja Berdasarkan Posisi yang Ditargetkan

  • Tanggal Dipublish:
  • Kategori:
  • Lokasi:
  • Tipe Pekerjaan:
  • Pendidikan:
  • Pengalaman:



TEMBUS PT BONAFIT! Cara Membuat CV untuk Melamar Kerja Berdasarkan Posisi yang Ditargetkan

Banyak pencari kerja di Indonesia sudah mengirim CV ke berbagai perusahaan, tetapi hasilnya masih sama: tidak ada panggilan interview. Akhirnya muncul pertanyaan, "CV saya salah di mana?"

Masalahnya tidak selalu karena pengalaman kurang atau perusahaan mencari kandidat yang lebih hebat. Sering kali, CV yang dikirim belum menunjukkan dengan jelas bahwa kandidat tersebut cocok dengan posisi yang sedang dibutuhkan.

Hal ini cukup masuk akal karena recruiter dapat menerima banyak lamaran untuk satu posisi. Ketika melihat CV, informasi yang paling membantu adalah informasi yang langsung berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan.

Kementerian Ketenagakerjaan melalui Pasker ID juga memberikan edukasi mengenai penyusunan CV yang menyesuaikan kebutuhan industri, termasuk penggunaan CV yang lebih ramah terhadap sistem rekrutmen digital.

Karena itu, artikel ini tidak hanya membahas cara membuat CV, tetapi bagaimana menyesuaikan CV dengan posisi yang ditargetkan dan kondisi nyata pencari kerja di Indonesia.

CV Bagus Itu Seperti Apa?

CV yang bagus bukan berarti CV yang paling penuh desain, paling banyak halaman, atau menggunakan template yang paling mahal.

Untuk pencari kerja, CV yang baik adalah CV yang membuat recruiter dapat memahami tiga hal dengan cepat:

  1. Siapa Kamu?
  2. Apa yang bisa Kamu kerjakan?
  3. Mengapa kemampuan tersebut relevan dengan posisi yang dilamar?

Misalnya Kamu melamar sebagai Admin Warehouse.

Recruiter tentu lebih terbantu jika melihat:

"Melakukan input data stok, membuat laporan menggunakan Microsoft Excel, dan membantu proses stock opname."

Dibanding hanya membaca:

"Disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja dalam tim."

Keduanya boleh dicantumkan, tetapi contoh pertama memberikan gambaran kemampuan yang lebih konkret.

Jangan Membuat Satu CV untuk Semua Lowongan

Ini salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan pencari kerja.

Satu CV dibuat, kemudian dikirim ke berbagai posisi seperti:

  • Admin
  • Operator Produksi
  • Warehouse
  • Sales
  • Customer Service
  • Barista
  • Marketing

Cara tersebut memang praktis, tetapi CV akhirnya menjadi terlalu umum.

Padahal kebutuhan setiap posisi berbeda.

Menurut panduan karier Indeed, kandidat sebaiknya menyesuaikan resume dengan deskripsi pekerjaan dan menonjolkan pengalaman serta keterampilan yang paling sesuai dengan posisi yang dituju.

Bukan berarti Kamu harus membuat CV baru dari nol setiap kali melamar. Cara yang lebih praktis adalah membuat satu CV utama, kemudian menyesuaikan bagian tertentu berdasarkan posisi yang dilamar.

Cara Membuat CV Berdasarkan Posisi yang Ditargetkan

1. Tentukan Dulu Posisi yang Ingin Dilamar

Sebelum membuka Canva atau memilih template CV, tentukan pekerjaan yang ingin Kamu incar.

Contohnya:

Target: Admin Staff

Maka pengalaman dan skill yang ditonjolkan harus berkaitan dengan administrasi.

Atau:

Target: Operator Produksi

Maka bagian yang lebih penting adalah pengalaman produksi, mesin, SOP, quality control, keselamatan kerja, dan kesiapan bekerja shift jika memang relevan.

Jangan mulai dari desain. Mulailah dari posisi yang ditargetkan.

2. Baca Lowongan Sampai Selesai

Jangan hanya melihat nama perusahaan dan gaji.

Baca bagian:

  • tugas pekerjaan;
  • pendidikan;
  • pengalaman;
  • skill;
  • persyaratan khusus;
  • lokasi kerja;
  • sistem kerja;
  • jam atau shift kerja;
  • dokumen yang diminta.

Kementerian Ketenagakerjaan juga memberikan edukasi mengenai persiapan lamaran pekerjaan, termasuk pentingnya memahami kebutuhan pekerjaan dan mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses rekrutmen.

Setelah membaca lowongan, tandai hal-hal yang memang Kamu miliki.

Misalnya lowongan Admin mencantumkan:

"Microsoft Excel, input data, administrasi dokumen, komunikasi dan pengarsipan."

Jika Kamu memiliki kemampuan tersebut, pastikan semuanya terlihat dalam CV.

3. Ubah Profil CV Sesuai Posisi

Bagian profil sering dianggap hanya formalitas. Padahal, bagian ini dapat digunakan untuk menjelaskan arah karier Kamu.

Contoh terlalu umum

"Saya adalah pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras, mampu bekerja dalam tim maupun individu."

Tidak salah, tetapi terlalu umum.

Contoh untuk Admin

"Lulusan SMK dengan pengalaman dalam administrasi, input data, pengelolaan dokumen, dan penggunaan Microsoft Office. Terbiasa bekerja secara teliti dan melakukan pencatatan data secara terstruktur."

Contoh untuk Operator Produksi

"Lulusan SMK dengan pengalaman di lingkungan produksi dan terbiasa mengikuti SOP kerja, menjaga kualitas proses, serta bekerja dalam sistem shift."

Profil tersebut langsung memberi tahu recruiter arah pekerjaan yang Kamu incar.

4. Pilih Pengalaman yang Paling Relevan

Tidak semua pengalaman harus mendapatkan porsi yang sama.

Misalnya Kamu pernah bekerja sebagai:

  • Admin Online Shop;
  • Kasir;
  • Helper Produksi;
  • Freelance Event;
  • Operator Produksi.

Kemudian Kamu ingin melamar Admin Warehouse.

Tidak perlu menghapus pengalaman lain, tetapi pengalaman yang berhubungan dengan administrasi, stok, input data, laporan, dan operasional sebaiknya lebih ditonjolkan.

Contohnya:

Pengalaman yang relevan

Admin Online Shop

  • melakukan input pesanan;
  • membuat rekap transaksi;
  • memperbarui data stok;
  • berkomunikasi dengan pelanggan;
  • membuat laporan sederhana menggunakan Excel.

Ini jauh lebih membantu dibanding hanya menulis:

"Bertanggung jawab terhadap pekerjaan administrasi."

5. Tulis Tugas dengan Kata Kerja yang Jelas

Salah satu cara sederhana membuat CV lebih kuat adalah mengganti kalimat yang terlalu umum dengan pekerjaan yang benar-benar dilakukan.

Kurang kuat

Bertanggung jawab terhadap stok barang.

Lebih jelas

Melakukan pengecekan stok barang dan mencatat hasil pemeriksaan ke dalam laporan persediaan.

Kurang kuat

Membantu proses produksi.

Lebih jelas

Menjalankan proses produksi sesuai SOP, melakukan pemeriksaan kondisi produk, dan menjaga kebersihan area kerja.

Kurang kuat

Melayani pelanggan.

Lebih jelas

Melayani transaksi pelanggan, memberikan informasi produk, dan menangani kebutuhan pelanggan selama proses pembelian.

Tentu saja, jangan menambahkan tugas yang sebenarnya tidak pernah Kamu lakukan.

CV bukan tempat untuk membuat pengalaman terlihat lebih hebat dari kenyataan.

6. Sesuaikan Skill dengan Posisi yang Dilamar

Jangan memasukkan terlalu banyak skill hanya supaya CV terlihat penuh. Pilih kemampuan yang memang berhubungan dengan posisi yang Kamu incar dan benar-benar bisa Kamu jelaskan ketika interview.

Setiap pekerjaan membutuhkan kemampuan yang berbeda. Karena itu, bagian skill sebaiknya ikut disesuaikan dengan lowongan.

Untuk Admin

  • Microsoft Excel
  • Microsoft Word
  • Data Entry
  • Pengarsipan Dokumen
  • Administrasi
  • Google Sheets

Untuk Warehouse

  • Stock Opname
  • Picking & Packing
  • Inventory
  • FIFO/FEFO
  • Warehouse Management System
  • Administrasi Gudang

Untuk Operator Produksi

  • SOP Produksi
  • Quality Control
  • Pengoperasian Mesin
  • 5S
  • Keselamatan Kerja
  • Pemeriksaan Produk

Untuk Store Crew

  • Pelayanan Pelanggan
  • Product Knowledge
  • Kasir dan Transaksi
  • Penataan Produk
  • Stock Checking
  • Komunikasi
  • Teamwork

Untuk Crew Restaurant

  • Customer Service
  • Food & Beverage Service
  • Pengambilan Pesanan
  • Food Preparation
  • Cashier
  • Food Safety dan Kebersihan
  • Teamwork

Untuk Digital Marketing

  • Social Media Management
  • Content Planning
  • Canva
  • Copywriting
  • Basic Analytics
  • Content Creation

Yang paling penting, skill tersebut harus benar-benar Kamu kuasai atau sesuai dengan pengalaman yang dapat Kamu jelaskan saat interview. Jangan memasukkan kemampuan hanya karena terlihat bagus di CV.

Misalnya Kamu melamar sebagai Store Crew tetapi belum pernah bekerja di toko. Kamu tetap dapat mencantumkan kemampuan seperti komunikasi, pelayanan pelanggan, teamwork, atau transaksi apabila memang pernah mendapat pengalaman yang relevan dari pekerjaan part-time, freelance, organisasi, praktik kerja, atau kegiatan lainnya.

Dengan cara ini, bagian skill tidak hanya menjadi daftar kata, tetapi membantu recruiter melihat hubungan antara kemampuan Kamu dengan pekerjaan yang sedang dibutuhkan.

7. Gunakan Kata yang Ada di Lowongan Secara Wajar

Kata kunci memang penting, terutama ketika perusahaan menggunakan sistem rekrutmen digital.

Namun, jangan memasukkan keyword secara berlebihan.

Misalnya lowongan menyebut:

"Menguasai Microsoft Excel dan terbiasa melakukan stock opname."

Jika Kamu memang memiliki pengalaman tersebut, tuliskan secara alami:

"Melakukan stock opname dan membuat rekap persediaan menggunakan Microsoft Excel."

Bukan:

"Excel, Excel, Excel, stock opname, inventory, warehouse, admin."

Keyword sebaiknya digunakan secara natural dan harus sesuai dengan pengalaman yang sebenarnya. Jangan memasukkan keterampilan yang tidak Kamu kuasai hanya untuk mengejar kata kunci.

8. Bagaimana Kalau Belum Punya Pengalaman Kerja?

Ini bagian yang sangat penting untuk fresh graduate.

Belum pernah bekerja bukan berarti CV harus kosong.

Kamu bisa menggunakan pengalaman yang memang pernah dilakukan, seperti:

  • PKL atau magang;
  • freelance;
  • part-time;
  • organisasi;
  • kegiatan kampus;
  • proyek sekolah;
  • bisnis keluarga;
  • pekerjaan harian;
  • kegiatan kepanitiaan.

Misalnya seorang fresh graduate belum pernah menjadi Admin, tetapi selama sekolah pernah menjadi anggota panitia dan bertugas mengelola daftar peserta.

Pengalaman tersebut dapat dijelaskan:

"Mengelola data peserta kegiatan, melakukan rekap informasi, dan membantu komunikasi dengan peserta."

Jangan mengubahnya menjadi pengalaman kerja fiktif.

Yang dicari bukan selalu nama perusahaan besar, tetapi bukti bahwa Kamu pernah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan.

9. Pilih Desain CV yang Mudah Dibaca

Desain menarik boleh, tetapi jangan sampai desain mengalahkan isi.

Untuk sebagian besar posisi seperti:

  • Admin;
  • Finance;
  • HR;
  • Warehouse;
  • Produksi;
  • Purchasing;
  • Customer Service.

CV dengan struktur sederhana biasanya lebih aman dan mudah dibaca.

Hindari:

  • terlalu banyak warna;
  • font yang sulit dibaca;
  • ikon berlebihan;
  • paragraf terlalu panjang;
  • informasi penting tersembunyi;
  • desain yang membuat teks sulit dibaca.

CV kreatif tetap memiliki tempat, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan portofolio visual. Namun, untuk pekerjaan administrasi dan operasional, keterbacaan tetap menjadi prioritas.

10. Jangan Masukkan Semua Informasi Pribadi

CV bukan formulir biodata lengkap.

Informasi yang umumnya penting antara lain:

  • nama;
  • nomor telepon;
  • email profesional;
  • domisili secara umum;
  • pendidikan;
  • pengalaman;
  • skill;
  • sertifikasi jika relevan.

Hindari memasukkan informasi pribadi yang tidak diperlukan hanya untuk membuat CV terlihat penuh.

Misalnya:

  • nomor KTP;
  • nomor KK;
  • data rekening;
  • password;
  • informasi pribadi sensitif lainnya.

Jika perusahaan memang meminta dokumen tertentu dalam tahap resmi rekrutmen, ikuti prosedurnya setelah memastikan bahwa perusahaan dan proses rekrutmennya dapat dipercaya.

Contoh Sederhana CV Berdasarkan Posisi

Misalnya Kamu ingin melamar:

Admin Produksi

Maka struktur CV bisa dibuat seperti ini:

Profil

Lulusan SMK dengan pengalaman administrasi dan operasional produksi. Terbiasa melakukan input data, membuat rekap menggunakan Microsoft Excel, mengikuti SOP kerja, dan melakukan koordinasi dengan tim. Memiliki ketelitian dalam pengolahan data dan siap bekerja sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

Pengalaman

Admin Staff – PT ABC

  • melakukan input data produksi harian;
  • membuat rekap menggunakan Microsoft Excel;
  • memeriksa kelengkapan dokumen produksi;
  • membantu penyusunan laporan operasional.

Skill

  • Microsoft Excel
  • Data Entry
  • Administrasi Produksi
  • Reporting
  • Dokumentasi
  • Microsoft Word

Perhatikan bahwa seluruh isi CV mengarah pada satu target: Admin Produksi.

Inilah yang dimaksud dengan membuat CV berdasarkan posisi yang ditargetkan.

Kesalahan CV yang Sering Terjadi

Sebelum mengirim lamaran, cek beberapa kesalahan berikut:

1. CV terlalu umum

Semua posisi menggunakan isi yang sama.

2. Terlalu banyak kata sifat

"Rajin, jujur, disiplin, pekerja keras" memenuhi sebagian besar CV tetapi tidak disertai bukti pengalaman.

3. Skill tidak sesuai posisi

Melamar Admin tetapi sebagian besar skill yang ditulis justru tidak berhubungan dengan administrasi.

4. Pengalaman tidak menjelaskan pekerjaan

Hanya menulis jabatan tanpa menjelaskan apa yang dilakukan.

5. Menggunakan informasi yang tidak benar

Jangan menambahkan pengalaman, sertifikasi, atau kemampuan yang sebenarnya tidak dimiliki.

6. CV terlalu ramai

Desain bagus tetapi informasi sulit ditemukan.

7. Tidak mengecek typo

Kesalahan kecil pada nama perusahaan, email, nomor telepon, atau jabatan bisa membuat CV terlihat kurang teliti.

Rumus Sederhana Membuat CV

Kalau Kamu bingung harus mulai dari mana, gunakan pola:

POSISI → KEBUTUHAN → PENGALAMAN → SKILL → CV

Contohnya:

Posisi: Admin Warehouse

Kebutuhan: Excel + stok + administrasi

Pengalaman: Pernah mengelola stok dan membuat laporan

Skill: Excel + data entry + stock opname

CV: Tonjolkan empat hal tersebut.

Jadi, jangan membuat CV berdasarkan apa saja yang Kamu punya. Buat berdasarkan apa yang dibutuhkan perusahaan dan apa yang benar-benar bisa Kamu tawarkan.

Kesimpulan

CV yang bagus bukan CV yang paling panjang atau paling cantik.

Untuk mendapatkan peluang lebih baik saat melamar ke perusahaan besar maupun perusahaan lainnya, buat CV yang fokus pada posisi yang Kamu targetkan.

Mulai dengan membaca lowongan, memahami kebutuhan posisi, memilih pengalaman yang relevan, menuliskan tugas secara konkret, menyesuaikan skill, dan menggunakan istilah dari lowongan hanya jika memang sesuai dengan kemampuan Kamu.

Kamu juga tidak perlu membuat CV baru dari nol setiap kali menemukan lowongan. Buat satu CV utama, kemudian sesuaikan bagian yang relevan untuk posisi yang berbeda.

Yang paling penting, jangan membuat CV untuk mengesankan recruiter dengan informasi yang tidak benar. Buat CV untuk membantu recruiter memahami kemampuan Kamu dengan cepat.

Jadi, sebelum mengirim CV berikutnya, coba lakukan satu hal sederhana:

Jangan bertanya "CV saya sudah bagus belum?"

Tanyakan:

"Kalau saya menjadi recruiter untuk posisi ini, apakah dari CV ini saya bisa langsung melihat alasan mengapa kandidat ini cocok?"

Jika jawabannya iya, berarti CV Kamu sudah berada di arah yang jauh lebih tepat.

© Loker Terbaru IND - Info Loker BUMN, CPNS & Swasta - All Rights Reserved