Langsung ke konten utama

Rekomendasi :

Cara Tepat Menjawab Pertanyaan: Kenapa Kamu Mau Bekerja di Perusahaan Kami?

Cara Tepat Menjawab Pertanyaan: Kenapa Kamu Mau Bekerja di Perusahaan Kami?


“Kenapa Kamu mau bekerja di perusahaan kami?”

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi sering membuat pelamar kerja bingung. Apalagi bagi fresh graduate yang belum mempunyai banyak pengalaman interview. Tidak sedikit yang akhirnya menjawab, “Karena saya membutuhkan pekerjaan” atau “Karena perusahaan ini bagus dan terkenal.”

Jawaban tersebut tidak sepenuhnya salah. Memang benar Kamu membutuhkan pekerjaan dan perusahaan tersebut mungkin mempunyai reputasi yang baik. Namun, jawaban seperti itu belum menjelaskan mengapa Kamu memilih perusahaan tersebut dan apa yang membuat Kamu tertarik dengan posisi yang dilamar.

Di lapangan, pertanyaan ini bukan sekadar ingin mengetahui apakah Kamu sudah hafal profil perusahaan. Pewawancara ingin melihat alasan Kamu melamar, tingkat keseriusan, pemahaman terhadap posisi, serta apakah ekspektasi Kamu masuk akal dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Karena itu, jangan menganggap pertanyaan ini sebagai pertanyaan untuk mencari jawaban yang “paling bagus”. Fokuslah membuat jawaban yang jujur, relevan, dan menunjukkan bahwa Kamu memang memahami apa yang Kamu lamar.


Apa Sebenarnya yang Ingin Diketahui HRD?

Tidak ada satu jawaban yang pasti dicari semua HRD karena setiap perusahaan mempunyai metode interview yang berbeda. Namun, pertanyaan ini dapat membantu pewawancara memahami beberapa hal.

1. Apakah Kamu Benar-Benar Tertarik dengan Posisinya?

HRD tentu akan lebih mudah percaya kepada kandidat yang mampu menjelaskan mengapa pekerjaan tersebut sesuai dengan minat atau kemampuannya.

Misalnya Kamu melamar sebagai Admin Warehouse.

Jawaban:

“Saya tertarik karena ingin bekerja di bidang administrasi.”

Jawaban tersebut masih terlalu umum.

Lebih kuat jika Kamu mengatakan:

“Saya tertarik dengan posisi Admin Warehouse karena pekerjaan ini sesuai dengan kemampuan saya dalam pengolahan data, administrasi dokumen, dan penggunaan Excel. Saya juga tertarik mempelajari proses administrasi yang berkaitan dengan aktivitas warehouse.”

Perbedaannya adalah jawaban kedua menunjukkan hubungan antara kemampuan Kamu dan pekerjaan yang dilamar.

2. Apakah Kamu Sudah Mencari Tahu Tentang Perusahaan?

Kamu tidak perlu menghafalkan sejarah perusahaan dari tahun berdiri sampai jumlah cabangnya. Yang penting, pahami informasi dasar seperti:

  • Perusahaan bergerak di bidang apa.
  • Produk atau jasa utamanya.
  • Posisi yang Kamu lamar.
  • Gambaran tugas posisi tersebut.
  • Lokasi kerja.
  • Hal yang relevan dengan pekerjaan.

Misalnya Kamu melamar di perusahaan manufaktur makanan.

Jangan hanya mengatakan:

“Saya tertarik karena perusahaan ini terkenal.”

Lebih baik:

“Saya tertarik karena perusahaan ini bergerak di industri makanan dan memiliki kegiatan produksi yang cukup kompleks. Posisi yang saya lamar juga sesuai dengan ketertarikan saya pada pekerjaan administrasi dan proses operasional.”

Sederhana, tetapi menunjukkan bahwa Kamu tidak asal mengirim lamaran.

3. Hubungkan Perusahaan, Posisi, dan Diri Kamu

Ini salah satu pola paling mudah digunakan:

Perusahaan → Posisi → Kemampuan atau Tujuan Kamu

Contohnya:

“Saya tertarik bekerja di perusahaan ini karena bidang bisnisnya sesuai dengan ketertarikan saya. Posisi Admin yang saya lamar juga sesuai dengan pengalaman saya dalam mengelola data dan dokumen. Saya berharap dapat menggunakan kemampuan tersebut sekaligus mengembangkan pengalaman profesional di lingkungan kerja yang lebih terstruktur.”

Jawaban seperti ini tidak terdengar terlalu menghafal karena mempunyai alur yang jelas.


Hindari Jawaban yang Terlalu Berpusat pada Diri Sendiri

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah seluruh jawaban hanya membahas kebutuhan pelamar.

Contohnya:

“Saya ingin bekerja di sini karena membutuhkan penghasilan untuk membantu keluarga.”

Alasan tersebut manusiawi dan tidak perlu dianggap buruk. Namun, jika berhenti di situ, pewawancara belum mendapatkan alasan mengapa Kamu cocok dengan pekerjaan tersebut.

Kamu boleh menyebut kebutuhan pribadi, tetapi sebaiknya jangan menjadikannya satu-satunya alasan.

Misalnya:

“Selain membutuhkan pekerjaan, saya tertarik dengan posisi ini karena sesuai dengan kemampuan saya dalam administrasi dan pelayanan. Saya juga melihat posisi ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan rencana karier saya.”

Dengan begitu, jawaban menjadi lebih profesional tanpa harus mengarang alasan.


Apakah Boleh Menjawab "Karena Butuh Pekerjaan"?

Boleh, tetapi jangan berhenti di situ.

Realitanya, sebagian besar orang memang mencari pekerjaan karena membutuhkan penghasilan. HRD juga memahami hal tersebut.

Masalahnya adalah jawaban:

“Karena saya butuh pekerjaan.”

tidak memberikan informasi tambahan mengenai kandidat.

Coba kembangkan menjadi:

“Saya memang sedang mencari pekerjaan, tetapi saya tidak ingin hanya mencari pekerjaan secara umum. Saya tertarik dengan posisi ini karena sesuai dengan kemampuan saya di bidang administrasi dan saya ingin mengembangkan pengalaman tersebut dalam lingkungan kerja profesional.”

Jawaban tersebut jauh lebih masuk akal.


Kalau Kamu Fresh Graduate, Bagaimana Menjawabnya?

Fresh graduate tidak perlu berpura-pura mempunyai pengalaman yang belum pernah dimiliki.

Gunakan kombinasi:

Pendidikan + kemampuan + ketertarikan + kesempatan belajar.

Contoh:

“Saya tertarik bekerja di perusahaan ini karena posisi yang ditawarkan sesuai dengan bidang yang saya pelajari dan kemampuan yang saya miliki. Sebagai fresh graduate, saya ingin mendapatkan pengalaman kerja secara langsung dan mengembangkan kemampuan tersebut melalui pekerjaan yang nyata. Saya juga siap belajar mengikuti SOP dan standar kerja perusahaan.”

Jawaban ini cocok untuk berbagai posisi entry-level, tetapi tetap sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan yang Kamu lamar.


Kalau Perusahaan Terkenal, Apakah Boleh Menyebut Reputasinya?

Boleh.

Tetapi jangan hanya mengatakan:

“Karena perusahaan ini terkenal.”

Tambahkan alasan yang lebih spesifik.

Contohnya:

“Saya tertarik karena perusahaan ini memiliki reputasi yang cukup baik di industri yang dijalankan. Selain itu, posisi yang saya lamar sesuai dengan kemampuan saya dan menurut saya dapat memberikan pengalaman yang relevan untuk perkembangan karier saya.”

Jika memang mengetahui sesuatu yang spesifik mengenai perusahaan, Kamu dapat menyebutkannya, misalnya produk yang menarik perhatian, bidang industri, program pengembangan karyawan, karakter pekerjaan, jaringan bisnis, atau aktivitas perusahaan yang memang Kamu ketahui.

Jangan memuji perusahaan secara berlebihan jika Kamu sendiri tidak mempunyai informasi yang mendukung.

Bagaimana Kalau Alasan Sebenarnya Karena Gajinya?

Ini juga realita dalam mencari pekerjaan.

Gaji memang menjadi salah satu pertimbangan seseorang ketika mencari pekerjaan. Namun, ketika ditanya “Kenapa Kamu mau bekerja di perusahaan kami?”, menjawab:

“Karena gajinya besar.”

biasanya terlalu sempit.

Lebih baik fokus pada kesesuaian pekerjaan dan alasan profesional. Jika pembahasan interview sudah masuk ke ekspektasi gaji, barulah Kamu dapat menjelaskan pertimbangan kompensasi secara lebih tepat.

Contoh Jawaban Berdasarkan Kondisi

Untuk Fresh Graduate

“Saya tertarik bekerja di perusahaan ini karena posisi yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan dan bidang yang ingin saya kembangkan. Saya memang masih fresh graduate, tetapi selama pendidikan saya sudah terbiasa dengan kegiatan yang berkaitan dengan posisi ini. Saya ingin mendapatkan pengalaman kerja secara langsung dan siap belajar mengikuti standar serta SOP perusahaan.”

Untuk Pelamar yang Sudah Berpengalaman

“Saya tertarik karena posisi ini cukup sesuai dengan pengalaman saya sebelumnya di bidang administrasi. Dari informasi lowongan yang saya pelajari, tanggung jawabnya juga berhubungan dengan pekerjaan yang pernah saya lakukan, seperti pengolahan data dan administrasi dokumen. Saya melihat posisi ini sebagai kesempatan untuk menggunakan pengalaman tersebut sekaligus mengembangkan kemampuan saya.”

Jika Pindah Bidang

“Saya sebelumnya memiliki pengalaman di bidang yang berbeda, tetapi ada beberapa kemampuan yang menurut saya dapat diterapkan pada posisi ini, terutama komunikasi, administrasi, dan pelayanan. Saya juga memang ingin mengembangkan karier di bidang ini, sehingga saya siap mempelajari aspek teknis pekerjaan yang belum saya kuasai.”

Jika Tertarik dengan Industri Perusahaan

“Saya tertarik karena perusahaan ini bergerak di industri yang memang ingin saya pelajari lebih jauh. Setelah membaca deskripsi posisi, saya melihat tanggung jawabnya cukup sesuai dengan kemampuan saya. Karena itu, saya tidak hanya melihat posisi ini sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun pengalaman di industri tersebut.”


Bagaimana Kalau Kamu Mengetahui Lowongan dari Media Sosial?

Tidak masalah.

Kamu tidak perlu membuat cerita seolah-olah sudah mengagumi perusahaan tersebut sejak lama.

Yang penting, setelah menemukan lowongan, Kamu benar-benar mencari tahu mengenai perusahaan dan posisinya.

Misalnya:

“Awalnya saya mengetahui lowongan ini dari informasi yang saya lihat, kemudian saya mencari tahu lebih lanjut mengenai perusahaan dan posisi yang ditawarkan. Setelah membaca tanggung jawabnya, saya merasa posisi ini cukup sesuai dengan kemampuan saya, terutama dalam administrasi dan pengolahan data. Karena itu saya tertarik untuk mengikuti proses seleksi.”

Ini justru terdengar lebih natural.


Jangan Menghafal Jawaban Kata demi Kata

Kesalahan lain adalah menghafalkan jawaban dari internet lalu mengucapkannya persis saat interview.

Akibatnya, jawaban terkadang terdengar kaku dan tidak seperti cara Kamu berbicara sehari-hari.

Lebih baik hafalkan poinnya, bukan kalimatnya.

Saya tertarik dengan perusahaan ini karena...

Posisi yang saya lamar sesuai dengan...

Saya memiliki kemampuan/pengalaman...

Saya ingin mengembangkan...

Saya siap berkontribusi dan belajar...

Dengan pola tersebut, Kamu bisa menjawab menggunakan bahasa sendiri tanpa terdengar seperti membaca teks yang sudah dihafalkan.


Jawaban yang Baik Tidak Harus Panjang

Untuk pertanyaan seperti ini, Kamu tidak perlu memberikan presentasi selama lima menit.

Jawaban sekitar 30–60 detik biasanya sudah cukup untuk menyampaikan inti dengan jelas.

Contohnya:

“Saya tertarik bekerja di perusahaan ini karena bidang usahanya sesuai dengan ketertarikan saya. Posisi yang saya lamar juga cukup sesuai dengan kemampuan saya dalam administrasi dan pengolahan data. Selain ingin menggunakan kemampuan tersebut, saya juga ingin mendapatkan pengalaman profesional dan mengembangkan kemampuan saya di lingkungan kerja yang lebih terstruktur. Karena itu, saya tertarik mengikuti proses seleksi di perusahaan ini.”

Singkat, tetapi mempunyai alasan yang jelas.


Tiga Hal yang Sebaiknya Ada dalam Jawaban Kamu

Sebelum interview, coba pastikan jawaban Kamu mempunyai minimal tiga unsur:

1. Alasan tertarik dengan perusahaan atau industrinya.

2. Hubungan antara posisi dengan kemampuan atau pengalaman Kamu.

3. Apa yang ingin Kamu kembangkan atau kontribusikan.

Tidak harus menggunakan tiga unsur tersebut secara kaku. Yang penting jawaban menunjukkan bahwa Kamu tidak melamar secara asal.


Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Hindari jawaban seperti:

  • “Karena perusahaan ini terkenal.”
  • “Karena dekat dengan rumah.”
  • “Karena gajinya besar.”
  • “Karena saya sedang membutuhkan pekerjaan.”
  • “Karena disuruh orang tua.”
  • “Karena semua teman saya melamar.”
  • “Karena saya ingin mencoba saja.”

Beberapa alasan tersebut mungkin benar, tetapi belum cukup menjelaskan alasan profesional Kamu memilih posisi tersebut.

Kalau alasan tersebut memang bagian dari pertimbangan Kamu, gabungkan dengan alasan yang berkaitan dengan pekerjaan.


Intinya, HRD Tidak Mencari Jawaban yang Paling Indah

Pertanyaan “Kenapa Kamu mau bekerja di perusahaan kami?” bukan lomba mencari kalimat yang terdengar paling pintar.

Jawaban yang baik justru biasanya sederhana:

Saya tahu perusahaan ini bergerak di bidang apa.

Saya memahami posisi yang saya lamar.

Saya tahu kemampuan saya yang relevan.

Saya punya alasan yang masuk akal untuk tertarik.

Dan saya tidak mengarang cerita hanya agar terlihat bagus.

Bagi fresh graduate, Kamu tidak perlu mengatakan bahwa perusahaan tersebut adalah “impian sejak kecil” jika kenyataannya tidak demikian. Lebih baik jujur bahwa Kamu sedang membangun karier, tertarik dengan bidang pekerjaannya, dan melihat posisi tersebut sesuai dengan kemampuan yang Kamu miliki.

Pada akhirnya, HRD tidak hanya mendengar apa alasan Kamu ingin bekerja, tetapi juga dapat melihat dari jawaban tersebut apakah Kamu sudah memahami apa yang sedang Kamu lamar.

Jadi sebelum interview berikutnya, jangan hanya menghafalkan jawaban.

Cari tahu perusahaan, pahami posisi, kenali kemampuan diri, lalu susun alasan yang benar-benar masuk akal.

© Loker Terbaru IND - Info Loker BUMN, CPNS & Swasta - All Rights Reserved