Pertanyaan ini hampir terdengar seperti pertanyaan sederhana. Tinggal menjawab, “Karena saya tertarik dengan perusahaan ini,” bukan?
Masalahnya, jawaban seperti itu biasanya belum menjelaskan apa-apa. Recruiter masih bisa bertanya, “Tertariknya karena apa?”, “Kenapa perusahaan kami?”, atau bahkan “Kenapa posisi ini?”.
Fresh graduate juga sering berada dalam posisi yang cukup sulit. Belum punya banyak pengalaman kerja, belum terlalu mengenal dunia profesional, dan terkadang alasan sebenarnya melamar memang sederhana: ingin mendapatkan pekerjaan pertama dan membangun karier.
Alasan tersebut manusiawi. Namun, saat interview, kamu tetap perlu menjelaskan alasan melamar secara profesional tanpa mengarang cerita atau memberikan pujian berlebihan kepada perusahaan.
Di artikel ini Mimin akan membahas cara menyusun jawaban yang jujur, relevan, tidak terdengar seperti hafalan, dan bisa disesuaikan dengan perusahaan maupun posisi yang kamu lamar.
Apa yang Sebenarnya Ingin Diketahui Recruiter?
Pertanyaan “Kenapa kamu mau bergabung di perusahaan kami?” bukan berarti recruiter mengharapkan kamu mengatakan bahwa perusahaan mereka adalah perusahaan terbaik di dunia.
Yang lebih penting adalah melihat apakah kamu mempunyai alasan yang masuk akal untuk melamar dan memahami hubungan antara posisi yang ditawarkan dengan tujuan atau kemampuanmu.
Dalam proses rekrutmen, perusahaan tentu perlu mengetahui apakah kandidat memahami pekerjaan yang dilamar. Kandidat yang mengetahui posisi, tugas, dan alasan mengapa posisi tersebut menarik baginya akan lebih mudah menjelaskan motivasinya dibandingkan kandidat yang hanya mengatakan ingin bekerja di perusahaan mana saja.
Karena itu, sebelum menyiapkan jawaban, jangan hanya mempelajari profil perusahaan. Pelajari juga posisi yang kamu lamar. Alasan melamar untuk Operator Produksi tentu berbeda dengan alasan melamar untuk Admin, Sales, Customer Service, atau posisi lainnya.
Apakah Jawabannya Harus “Saya Ingin Belajar dan Berkembang”?
Boleh, tetapi jangan berhenti di sana.
Kalimat seperti “saya ingin belajar”, “ingin berkembang”, atau “ingin menambah pengalaman” memang masuk akal, terutama bagi fresh graduate. Masalahnya, hampir semua kandidat dapat mengatakan hal yang sama.
Supaya lebih kuat, jelaskan apa yang ingin kamu pelajari dan mengapa hal tersebut berkaitan dengan posisi yang dilamar.
Contohnya:
“Saya tertarik dengan posisi Admin karena ingin mengembangkan kemampuan administrasi yang sudah saya gunakan selama pendidikan, terutama pengolahan data dan penggunaan Excel. Saya melihat posisi ini dapat memberi saya kesempatan untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam pekerjaan yang lebih terstruktur.”
Jawaban tersebut lebih spesifik dibandingkan:
“Saya ingin belajar dan mencari pengalaman.”
3 Hal yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Menjawab
| Yang Dicari | Pertanyaan untuk Diri Sendiri |
|---|---|
| Perusahaan | Apa yang saya ketahui tentang perusahaan ini dari sumber resminya? |
| Posisi | Apa pekerjaan yang akan saya lakukan dan skill apa yang dibutuhkan? |
| Diri sendiri | Apa pengalaman atau kemampuan saya yang berhubungan dengan posisi tersebut? |
Setelah tiga hal tersebut jelas, jawaban akan jauh lebih mudah dibuat.
Rumus Jawaban “Kenapa Mau Bergabung?” yang Mudah Diingat
Mimin menyarankan menggunakan pola “Karena – Relevan – Kontribusi – Berkembang”.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Karena | Jelaskan alasan utama kamu tertarik. |
| Relevan | Hubungkan dengan posisi atau bidang yang dilamar. |
| Kontribusi | Jelaskan kemampuan yang bisa kamu gunakan. |
| Berkembang | Jelaskan kemampuan yang ingin kamu kembangkan secara realistis. |
Contoh sederhananya:
“Saya tertarik bergabung karena posisi ini sesuai dengan bidang yang ingin saya kembangkan. Latar belakang pendidikan saya juga cukup relevan dengan pekerjaan tersebut. Saya terbiasa bekerja dengan teliti dan mengikuti instruksi, sehingga saya berharap bisa memberikan kontribusi dalam pekerjaan tim. Di sisi lain, saya ingin memperdalam pengalaman saya di lingkungan kerja profesional.”
Kalimat tersebut masih bisa dibuat lebih kuat dengan memasukkan fakta mengenai perusahaan dan posisi yang benar-benar kamu ketahui.
Contoh Jawaban untuk Fresh Graduate Tanpa Pengalaman
Fresh graduate tidak perlu memaksakan diri mengatakan memiliki pengalaman yang sebenarnya belum ada.
Gunakan pendidikan, PKL, organisasi, praktik, proyek, freelance, atau aktivitas lain yang memang pernah kamu lakukan.
Contoh:
“Saya tertarik bergabung dengan perusahaan ini karena saya sedang mencari kesempatan untuk memulai karier di bidang yang sesuai dengan latar belakang dan minat saya. Selama pendidikan, saya mendapatkan pengalaman melalui praktik dan tugas yang melatih saya untuk bekerja secara terstruktur dan bertanggung jawab. Posisi ini menurut saya relevan dengan kemampuan yang sudah saya miliki sekaligus memberi kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai pekerjaan secara langsung. Sebagai fresh graduate, saya siap mengikuti proses pembelajaran dan SOP perusahaan serta memberikan kontribusi sesuai kemampuan saya.”
Contoh Jawaban Fresh Graduate SMA/SMK
Untuk lulusan SMA/SMK, jangan merasa jawaban harus terdengar seperti kandidat yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun.
“Saya tertarik bergabung karena posisi ini merupakan kesempatan yang sesuai dengan rencana saya untuk mulai membangun pengalaman kerja. Selama sekolah saya terbiasa mengikuti kegiatan dan tugas yang membutuhkan kedisiplinan serta kerja sama dengan orang lain. Saya memahami bahwa pekerjaan ini memiliki SOP dan target yang perlu diikuti, dan saya siap belajar menyesuaikan diri dengan sistem kerja perusahaan. Saya berharap bisa menggunakan kemampuan yang sudah saya miliki sekaligus mengembangkan kemampuan baru melalui pekerjaan ini.”
Contoh Jawaban untuk Operator Produksi
Jawaban untuk Operator Produksi sebaiknya menunjukkan bahwa kamu memahami karakter pekerjaan, bukan sekadar mengatakan ingin bekerja di pabrik.
“Saya tertarik bergabung karena saya ingin membangun karier di bidang manufaktur dan posisi Operator Produksi sesuai dengan ketertarikan saya terhadap proses kerja yang terstruktur. Selama pendidikan saya pernah mendapatkan pengalaman praktik yang membuat saya terbiasa mengikuti instruksi dan memperhatikan keselamatan kerja. Saya memahami bahwa posisi ini membutuhkan kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan bekerja dalam tim. Karena itu saya ingin mengembangkan kemampuan tersebut sekaligus mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan produksi perusahaan.”
Contoh Jawaban untuk Admin
“Saya tertarik bergabung karena saya ingin mengembangkan karier di bidang administrasi. Saya cukup nyaman dengan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan pengolahan data, serta memiliki dasar penggunaan Microsoft Office terutama Word dan Excel. Posisi ini menarik bagi saya karena saya bisa menerapkan kemampuan tersebut dalam pekerjaan administrasi yang lebih nyata. Saya juga ingin belajar mengenai sistem administrasi perusahaan dan meningkatkan kemampuan saya melalui pengalaman kerja langsung.”
Contoh Jawaban untuk Sales
“Saya tertarik dengan posisi ini karena saya menikmati pekerjaan yang melibatkan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Saya pernah memiliki pengalaman berjualan sehingga cukup familiar dengan proses menawarkan produk dan melayani calon pelanggan. Saya memahami bahwa pekerjaan Sales juga berkaitan dengan target dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan. Karena itu saya ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dan penjualan saya sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian target tim.”
Contoh Jawaban untuk Customer Service
“Saya tertarik bergabung karena saya ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dan pelayanan pelanggan. Saya cukup nyaman berinteraksi dengan orang lain dan tertarik mempelajari bagaimana perusahaan menangani kebutuhan serta pertanyaan pelanggan secara profesional. Saya memahami bahwa Customer Service membutuhkan kemampuan mendengarkan, memberikan informasi dengan jelas, dan mengikuti prosedur perusahaan. Saya ingin mengembangkan kemampuan tersebut melalui pengalaman kerja langsung.”
Bagaimana Jika Alasan Sebenarnya Karena Membutuhkan Pekerjaan?
Ini pertanyaan yang sangat manusiawi. Banyak orang memang melamar karena membutuhkan penghasilan dan pekerjaan.
Kamu tidak perlu mengarang cerita seolah-olah sejak kecil bermimpi bekerja di perusahaan tersebut. Tetapi saat interview, jawaban sebaiknya tidak berhenti pada kebutuhan pribadi.
Contoh yang kurang kuat:
“Saya mau bergabung karena saya sedang membutuhkan pekerjaan.”
Lebih baik dikembangkan:
“Saat ini saya sedang mencari kesempatan untuk memulai karier dan mendapatkan pengalaman kerja yang relevan. Setelah melihat posisi yang tersedia, saya merasa pekerjaan ini sesuai dengan kemampuan yang sedang saya kembangkan. Karena itu saya tertarik mengikuti proses seleksi dan melihat apakah saya dapat memberikan kontribusi di posisi ini.”
Intinya bukan menyembunyikan kebutuhan mencari pekerjaan, tetapi menunjukkan alasan profesional di balik lamaran tersebut.
Apakah Boleh Menjawab “Karena Gajinya Menarik”?
Penghasilan tentu merupakan salah satu pertimbangan seseorang ketika mencari pekerjaan. Namun, menjadikan gaji sebagai satu-satunya alasan dapat membuat jawabanmu kurang memberikan informasi mengenai ketertarikan terhadap posisi atau perusahaan.
Jika kompensasi memang menjadi salah satu pertimbangan, kamu tidak perlu berbohong. Tetapi kombinasikan dengan alasan yang berkaitan dengan pekerjaan.
Contohnya:
“Kompensasi tentu menjadi salah satu pertimbangan saya dalam mencari pekerjaan. Namun, saya juga mempertimbangkan kesesuaian posisi dengan kemampuan saya dan kesempatan untuk mengembangkan pengalaman di bidang yang saya minati. Setelah melihat posisi yang ditawarkan, saya merasa keduanya cukup sesuai dengan tujuan saya saat ini.”
Jawaban tersebut lebih realistis daripada berpura-pura bahwa faktor kompensasi sama sekali tidak penting.
Apakah Boleh Mengatakan Perusahaannya “Terkenal”?
Boleh, tetapi perlu ada alasan lanjutan.
Kalimat:
“Saya ingin bekerja di sini karena perusahaan ini terkenal.”
belum menjelaskan mengapa reputasi tersebut relevan dengan keputusanmu.
Lebih baik:
“Saya mengetahui perusahaan ini memiliki kegiatan bisnis di bidang yang sesuai dengan minat saya. Karena itu saya tertarik mempelajari bagaimana proses kerja di perusahaan dengan skala tersebut dan melihat peluang yang tersedia pada posisi yang saya lamar.”
Pastikan informasi mengenai perusahaan yang kamu sebutkan memang benar. Jangan memuji perusahaan berdasarkan asumsi atau informasi yang belum pernah kamu cek.
Riset Perusahaan Sebelum Interview
Salah satu cara paling efektif agar jawaban tidak terdengar generik adalah melakukan riset sederhana sebelum interview.
| Yang Dicek | Tujuannya |
|---|---|
| Website resmi | Memahami bisnis dan informasi perusahaan. |
| Deskripsi posisi | Mengetahui tugas dan kualifikasi yang dibutuhkan. |
| Produk/jasa | Memahami apa yang dikerjakan perusahaan. |
| Lokasi kerja | Memastikan kamu memahami tempat dan kondisi kerja. |
| Sumber lowongan | Memastikan informasi rekrutmen dapat diverifikasi. |
Jangan merasa harus menghafal sejarah perusahaan. Kamu hanya membutuhkan informasi yang cukup untuk menunjukkan bahwa lamaranmu memang memiliki dasar.
Hubungkan Alasanmu dengan Posisi, Bukan Sekadar Nama Perusahaan
Ini kesalahan yang sering terjadi.
Kandidat mengatakan:
“Saya tertarik bekerja di perusahaan ini karena perusahaan ini bagus.”
Masalahnya, jawaban tersebut masih dapat digunakan untuk hampir semua perusahaan.
Bandingkan dengan:
“Saya tertarik dengan posisi Admin karena pekerjaan yang ditawarkan berkaitan dengan pengolahan data dan administrasi, sementara saya memiliki dasar penggunaan Excel dan pengalaman mengelola data selama pendidikan. Karena itu saya melihat posisi ini lebih sesuai dengan kemampuan yang ingin saya kembangkan.”
Jawaban kedua terasa lebih personal karena ada hubungan antara kandidat, pekerjaan, dan alasan melamar.
Gunakan “Bukti Kecil” agar Jawaban Tidak Terdengar Mengarang
Salah satu trik sederhana yang bisa membuat jawaban lebih meyakinkan adalah menambahkan satu pengalaman nyata.
Misalnya jangan hanya mengatakan:
“Saya tertarik di bidang administrasi.”
Tambahkan:
“Saya tertarik di bidang administrasi karena selama sekolah saya cukup sering menggunakan Excel untuk mengolah data tugas dan membuat laporan. Dari situ saya merasa pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan pengelolaan data cukup sesuai dengan kemampuan saya.”
Pengalaman kecil seperti itu membuat jawaban lebih spesifik dan lebih mudah dikembangkan apabila recruiter memberikan pertanyaan lanjutan.
Jawaban yang Sebaiknya Dihindari
1. “Karena perusahaan ini terkenal.”
Masalahnya bukan pada kata “terkenal”, tetapi karena belum ada alasan yang menjelaskan hubungan reputasi perusahaan dengan minatmu terhadap posisi tersebut.
2. “Karena saya butuh pekerjaan.”
Alasan tersebut manusiawi, tetapi terlalu pendek untuk menjawab motivasi bergabung. Tambahkan alasan terkait posisi dan kemampuan yang ingin dikembangkan.
3. “Karena gajinya besar.”
Jangan menjadikan kompensasi sebagai satu-satunya alasan. Interviewer perlu mengetahui apakah kamu juga memahami pekerjaan yang dilamar.
4. “Karena perusahaan ini bagus dan memiliki masa depan.”
Kalimat tersebut terlalu umum jika tidak disertai informasi konkret yang memang kamu ketahui.
5. “Karena disuruh orang tua.”
Jika memang ada pengaruh dari keluarga, tidak perlu menjadikannya alasan utama. Fokuskan jawaban pada keputusan dan ketertarikanmu sendiri terhadap pekerjaan.
6. Menghafalkan jawaban dari internet
Contoh jawaban di internet dapat membantu latihan, tetapi jangan menggunakannya mentah-mentah. Recruiter dapat menggali lebih jauh dari jawabanmu, sehingga kamu harus memahami setiap kalimat yang disampaikan.
Bagaimana Jika Melamar Banyak Perusahaan?
Ini juga kondisi yang sangat umum bagi pencari kerja.
Kamu tidak harus memiliki cerita yang sepenuhnya berbeda untuk setiap perusahaan. Yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan bagian yang memang berbeda.
Misalnya kamu melamar posisi Operator Produksi di tiga perusahaan. Struktur dasarnya tetap sama:
minat manufaktur → kemampuan relevan → alasan posisi → ingin berkembang.
Tetapi bagian mengenai perusahaan dapat disesuaikan berdasarkan industri dan jobdesk. Untuk perusahaan makanan, kamu bisa membahas ketertarikan pada proses produksi dan standar kualitas pangan jika memang informasinya tersedia. Untuk perusahaan otomotif, kamu dapat menghubungkan jawaban dengan proses manufaktur atau pengalaman praktik yang relevan.
Dengan begitu, jawaban tetap jujur tetapi tidak terdengar seperti satu template yang digunakan untuk semua interview.
Bagaimana Jika Recruiter Bertanya “Kenapa Bukan Perusahaan Lain?”
Pertanyaan lanjutan seperti ini bisa muncul untuk menggali seberapa serius kamu mempertimbangkan perusahaan tersebut.
Jangan menjatuhkan perusahaan lain.
Contoh jawaban:
“Saya memang sedang mencari beberapa kesempatan kerja, tetapi posisi ini menarik bagi saya karena sesuai dengan bidang yang ingin saya kembangkan. Setelah mempelajari informasi mengenai posisi dan perusahaan, saya merasa pekerjaan ini cukup sesuai dengan kemampuan dan tujuan karier saya saat ini.”
Jawaban tersebut jujur tanpa membuat perusahaan lain terlihat buruk.
Bagaimana Jika Kamu Belum Terlalu Mengenal Perusahaannya?
Jangan berpura-pura mengenal perusahaan secara mendalam.
Lakukan riset sebelum interview. Jika informasi yang tersedia memang terbatas, gunakan fakta yang benar-benar kamu ketahui dan fokuskan jawaban pada posisi yang dilamar.
Misalnya:
“Saya mengetahui perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur dan posisi yang saya lamar berkaitan dengan proses produksi. Saya tertarik karena bidang tersebut sesuai dengan pengalaman praktik yang pernah saya dapatkan dan saya ingin memperdalam kemampuan tersebut melalui pengalaman kerja langsung.”
Lebih baik jujur dengan informasi yang terbatas daripada menyampaikan fakta perusahaan yang ternyata salah.
Tips Mimin: Jawab dengan Bahasa Sendiri
Jangan terlalu mengejar bahasa yang terdengar profesional sampai jawabanmu kehilangan karakter pribadi.
Kandidat sering menggunakan kalimat seperti:
“Saya ingin berkontribusi secara optimal dalam mencapai visi dan misi perusahaan serta mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.”
Tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, tetapi jika itu bukan cara bicaramu sehari-hari, kamu mungkin akan kesulitan mempertahankannya ketika interviewer bertanya lebih dalam.
Coba gunakan bahasa yang lebih natural:
“Saya ingin mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dan saya merasa posisi ini cukup sesuai dengan kemampuan yang sudah saya pelajari. Saya juga ingin belajar bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan secara langsung di lingkungan perusahaan.”
Sederhana bukan berarti tidak profesional.
Latihan Jawaban dengan 5 Pertanyaan Ini
Sebelum interview, coba jawab lima pertanyaan berikut tanpa melihat catatan:
- Kenapa saya tertarik dengan posisi ini?
- Apa yang saya ketahui tentang perusahaan ini?
- Skill apa yang saya punya dan relevan dengan posisi tersebut?
- Apa yang bisa saya kontribusikan?
- Apa yang ingin saya pelajari atau kembangkan?
Setelah menjawab lima pertanyaan tersebut, gabungkan menjadi satu jawaban sekitar 1–2 menit. Tidak perlu menghafalkan setiap kata. Cukup ingat poin utamanya.
Template Jawaban yang Bisa Kamu Sesuaikan
“Saya tertarik bergabung dengan [nama perusahaan] karena [alasan yang benar-benar kamu ketahui]. Saya juga tertarik dengan posisi [nama posisi] karena [hubungan posisi dengan pendidikan/pengalaman/minat]. Saya memiliki kemampuan dalam [2–3 skill relevan] yang saya dapatkan dari [pendidikan/PKL/pengalaman/proyek]. Saya berharap kemampuan tersebut dapat saya gunakan untuk membantu pekerjaan tim, sekaligus saya ingin mengembangkan [skill yang ingin dipelajari] melalui pengalaman kerja di perusahaan ini.”
Template ini hanya kerangka. Isi bagian dalam kurung dengan informasi yang benar-benar sesuai dengan kondisi kamu.
Checklist Jawaban Sebelum Masuk Ruang Interview
| Pertanyaan | Sudah? |
|---|---|
| Saya tahu alasan saya tertarik dengan posisi ini. | ☐ |
| Saya sudah mencari informasi dasar tentang perusahaan. | ☐ |
| Saya memiliki contoh pengalaman yang mendukung alasan saya. | ☐ |
| Saya tahu skill yang relevan dengan posisi. | ☐ |
| Saya bisa menjelaskan kontribusi yang realistis. | ☐ |
| Jawaban saya menggunakan bahasa sendiri. | ☐ |
| Saya tidak mengarang fakta tentang perusahaan. | ☐ |
Kesimpulan
Pertanyaan “Kenapa kamu mau bergabung di perusahaan kami?” sebenarnya memberikan kesempatan kepada kamu untuk menunjukkan bahwa lamaran yang dikirim bukan sekadar asal mencoba.
Jawaban yang baik tidak harus panjang dan tidak perlu menggunakan kata-kata yang rumit. Yang penting, recruiter dapat memahami alasanmu melamar, hubungan antara kemampuanmu dengan posisi, kontribusi yang bisa kamu berikan, serta kemampuan yang ingin kamu kembangkan.
Fresh graduate juga tidak perlu merasa minder karena belum memiliki banyak pengalaman. Gunakan pengalaman yang benar-benar ada: pendidikan, PKL, praktik, organisasi, proyek, freelance, part-time, kegiatan kewirausahaan, atau pengalaman lain yang relevan.
Dan satu hal yang paling penting dari Mimin: jangan mengarang alasan hanya supaya terdengar bagus. Jika kamu memang membutuhkan pekerjaan, itu adalah kenyataan. Jika kamu tertarik karena ingin membangun pengalaman, katakan dengan jujur. Tinggal bagaimana alasan tersebut disampaikan dengan konteks profesional dan dikaitkan dengan posisi yang sedang dilamar.
Pada akhirnya, recruiter tidak membutuhkan jawaban yang terdengar seperti kutipan dari buku motivasi. Mereka membutuhkan jawaban yang jelas, relevan, masuk akal, dan dapat kamu pertanggungjawabkan.
FAQ
1. Apa jawaban terbaik untuk pertanyaan “Kenapa kamu mau bergabung di perusahaan kami?”
Tidak ada satu jawaban yang cocok untuk semua kandidat. Jawaban sebaiknya menggabungkan alasan melamar, ketertarikan terhadap posisi, kemampuan yang relevan, serta hal yang ingin dikembangkan.
2. Apakah fresh graduate boleh menjawab karena ingin mencari pengalaman?
Boleh. Namun, jelaskan pengalaman seperti apa yang ingin dikembangkan dan hubungkan dengan posisi yang dilamar agar jawaban tidak terdengar terlalu umum.
3. Apakah boleh mengatakan ingin bekerja karena membutuhkan uang?
Kebutuhan finansial merupakan alasan yang realistis, tetapi sebaiknya bukan satu-satunya isi jawaban. Tambahkan alasan yang berkaitan dengan pekerjaan dan kemampuan yang ingin kamu kembangkan.
4. Apakah boleh menjawab karena perusahaan terkenal?
Boleh apabila memang benar dan kamu dapat menjelaskan alasan mengapa hal tersebut membuat posisi yang dilamar menarik bagimu. Hindari pujian yang tidak didukung fakta.
5. Berapa lama jawaban yang ideal?
Siapkan versi sekitar 1–2 menit sebagai panduan praktis. Fokus pada informasi yang relevan dan berikan kesempatan kepada interviewer untuk menggali lebih lanjut.
6. Apakah jawaban harus dihafalkan?
Tidak. Lebih baik memahami alurnya daripada menghafalkan setiap kata. Interview merupakan percakapan sehingga jawaban dapat berkembang berdasarkan pertanyaan interviewer.
7. Bagaimana jika saya melamar banyak perusahaan?
Gunakan struktur jawaban yang sama sebagai dasar, tetapi sesuaikan alasan dengan perusahaan dan posisi yang sedang dilamar. Jangan menggunakan satu jawaban identik untuk semua interview.
8. Bagaimana jika saya tidak tahu banyak tentang perusahaan?
Lakukan riset melalui sumber yang dapat dipercaya, terutama sumber resmi perusahaan dan informasi lowongan. Gunakan hanya fakta yang benar-benar kamu ketahui dan hindari mengarang informasi.
Disclaimer
Artikel ini merupakan panduan umum untuk membantu pencari kerja mempersiapkan jawaban interview. Tidak ada format atau contoh jawaban yang menjamin seseorang lolos proses seleksi karena setiap perusahaan, recruiter, posisi, dan tahapan rekrutmen dapat memiliki pertimbangan yang berbeda. Contoh jawaban dalam artikel hanya sebagai referensi dan perlu disesuaikan dengan pengalaman, kemampuan, serta kondisi sebenarnya dari masing-masing kandidat. Jangan menyampaikan informasi atau pengalaman yang tidak benar selama proses rekrutmen.
Penutup dari Mimin
Interview bukan lomba mencari kalimat paling keren. Yang jauh lebih penting adalah membuat interviewer memahami siapa kamu, mengapa posisi tersebut menarik, apa yang sudah kamu miliki, dan apa yang ingin kamu kembangkan.
Jadi, ketika pertanyaan “Kenapa kamu mau bergabung di perusahaan kami?” muncul, jangan buru-buru mengingat jawaban dari internet. Ingat saja alurnya: alasanmu → posisi → kemampuanmu → kontribusi → perkembanganmu.
Setelah itu, ceritakan dengan bahasa yang memang kamu pahami. Dengan cara tersebut, jawaban akan terasa lebih natural dan kamu juga lebih siap ketika recruiter memberikan pertanyaan lanjutan.
0 Komentar