Mimin ingin mengajak kamu melihat bagian keahlian di CV dari sudut pandang yang lebih praktis. Jangan hanya bertanya “Skill apa yang terlihat bagus di CV?”, tetapi tanyakan juga “Skill apa yang benar-benar berhubungan dengan pekerjaan Crew Store dan bisa saya buktikan?”. Cara berpikir seperti ini lebih aman untuk fresh graduate karena kamu tidak perlu mengaku menguasai sesuatu yang sebenarnya belum pernah dilakukan.
Apa Saja yang Sebenarnya Dikerjakan Crew Store?
Supaya skill di CV tidak asal tempel, kamu perlu memahami hubungan antara keahlian dan pekerjaan. Dalam referensi pekerjaan retail, aktivitas yang umum ditemukan antara lain menyambut pelanggan, membantu menemukan produk, menjelaskan informasi barang, memproses transaksi, menata merchandise, memantau stok, menjaga catatan penjualan, menangani retur sesuai kebijakan, dan menjaga area penjualan tetap rapi. Data O*NET untuk pekerjaan retail salesperson juga mencantumkan aktivitas seperti memproses pembayaran, menata display, memantau persediaan, menjawab pertanyaan pelanggan, dan menjaga pengetahuan mengenai promosi maupun kebijakan toko.
Artinya, ada perbedaan antara sekadar menulis “communication skill” dengan menulis “customer handling”. Yang pertama masih sangat umum, sedangkan yang kedua langsung mengarah pada aktivitas pekerjaan retail. Untuk fresh graduate, pendekatan seperti inilah yang membuat CV terasa lebih relevan tanpa harus dibuat berlebihan.
8 Keahlian yang Sebaiknya Ada di CV Crew Store Fresh Graduate
Mimin merangkum delapan skill yang paling mudah dikaitkan dengan aktivitas store. Kamu tidak harus menulis semuanya. Pilih yang memang sesuai pengalaman, pendidikan, atau kemampuan yang sudah kamu miliki.
1. Customer Service & Customer Handling
Customer handling merupakan kemampuan dasar untuk berinteraksi dengan pelanggan, memahami kebutuhan mereka, memberikan informasi, dan membantu mencari produk. Pekerjaan retail memang banyak melibatkan aktivitas menyambut dan membantu pelanggan.
Fresh graduate bisa mendapatkan pengalaman ini dari PKL, organisasi, berjualan online, membantu toko keluarga, pekerjaan part-time, atau kegiatan lain yang melibatkan interaksi langsung dengan orang lain.
Contoh di CV: Customer Service & Customer Handling.
2. Cashier & POS Operation
Bila posisi Crew Store juga menangani kasir, kemampuan menggunakan POS (Point of Sale) menjadi skill teknikal yang relevan. Pekerjaan retail dapat mencakup menghitung total pembelian, menerima pembayaran, memproses transaksi, dan menjalankan prosedur kasir.
Kementerian Ketenagakerjaan sendiri mencantumkan komunikasi, pelayanan pelanggan, penyelesaian penjualan, dan peningkatan nilai transaksi sebagai bagian dari materi pelatihan kompetensi kasir.
Belum pernah menggunakan sistem kasir? Jangan menulis “mahir POS”. Skill ini cukup dicantumkan bila kamu benar-benar pernah mendapatkan praktik atau pengalaman terkait.
Contoh di CV: Basic Cashier & POS Operation.
3. Product Display & Basic Merchandising
Crew Store dapat terlibat dalam penataan barang di area penjualan. Dalam data O*NET, retail salesperson memiliki tugas untuk ticket, arrange, and display merchandise serta menyiapkan produk agar siap dibeli pelanggan.
Skill ini berarti kamu memahami dasar penataan produk, menjaga rak tetap rapi, dan mengikuti arahan display yang ditetapkan toko. Tidak perlu mengklaim menguasai visual merchandising tingkat lanjut jika pengalamanmu baru pada penataan barang sederhana.
Contoh di CV: Product Display & Basic Merchandising.
4. Stock Checking & Inventory Dasar
Stok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional retail. Referensi pekerjaan retail mencantumkan aktivitas seperti memeriksa persediaan, mengetahui barang yang perlu diisi kembali, dan mengajukan kebutuhan stok.
Untuk Crew Store, kemampuan yang relevan dapat berupa menghitung stok, mencocokkan jumlah barang, mengenali barang yang kosong, serta membantu pengisian ulang. O*NET untuk stockers and order fillers juga mencantumkan aktivitas menerima dan menghitung stok serta mencatat data secara manual atau menggunakan komputer.
Contoh di CV: Stock Checking & Basic Inventory.
5. Product Handling & Stock Replenishment
Stock replenishment berkaitan dengan pengisian kembali produk dari tempat penyimpanan ke rak atau area penjualan. Kemampuan ini berbeda dari sekadar “bisa membawa barang”, karena ada proses memastikan produk ditempatkan pada area yang sesuai dan tersedia bagi pelanggan.
Aktivitas pengisian rak dan pemindahan barang memang tercantum pada referensi pekerjaan retail dan stocker.
Contoh di CV: Product Handling & Stock Replenishment.
6. Basic Data Entry & Spreadsheet
Pekerjaan Crew Store tertentu dapat berhubungan dengan pencatatan stok, transaksi, atau laporan sederhana. Karena itu, kemampuan data entry dan spreadsheet menjadi skill pendukung yang berguna meskipun bukan inti dari semua posisi Crew Store.
Mimin menyarankan kamu menyesuaikan tingkat kemampuan dengan kenyataan. Bila baru menguasai input data, tabel sederhana, dan perhitungan dasar, tulis Basic Microsoft Excel. Tidak perlu memasukkan VLOOKUP, Pivot Table, atau formula lain yang sebenarnya belum kamu kuasai hanya supaya CV terlihat lebih profesional.
Contoh di CV: Basic Microsoft Excel & Data Entry.
7. Product Knowledge & Product Checking
Crew Store perlu memahami produk yang dijual agar dapat menjawab pertanyaan pelanggan secara tepat. O*NET mencantumkan tugas menjawab pertanyaan mengenai toko dan merchandise serta menjelaskan cara penggunaan atau perawatan produk sesuai kebutuhan.
Untuk fresh graduate, product knowledge tidak berarti harus hafal seluruh katalog sebelum diterima bekerja. Yang lebih penting adalah kemampuan mempelajari informasi produk, memahami perbedaan dasar antarproduk, dan menyampaikan informasi sesuai data yang diberikan perusahaan.
Contoh di CV: Basic Product Knowledge & Product Checking.
8. Store Operation, Cleanliness & SOP Compliance
Operasional toko tidak hanya berkaitan dengan pelanggan dan penjualan. Area display, rak, counter, serta lingkungan kerja juga perlu dijaga agar tetap tertata. O*NET mencantumkan aktivitas membersihkan shelves, counters, dan tables pada pekerjaan retail.
Di sisi lain, kepatuhan terhadap SOP penting karena perusahaan mempunyai prosedur sendiri untuk transaksi, keamanan, display, penanganan barang, dan aktivitas operasional lainnya. Fresh graduate tidak harus sudah mengetahui SOP perusahaan sebelum bekerja. Yang dapat kamu tunjukkan adalah kemampuan mengikuti instruksi dan bekerja secara konsisten sesuai prosedur.
Contoh di CV: Store Operation, Store Cleanliness & SOP Compliance.
Tabel 8 Skill Crew Store dan Contoh Penerapannya
| Skill | Contoh Penerapan |
|---|---|
| Customer Service | Menyambut, membantu, dan menangani kebutuhan pelanggan. |
| Cashier & POS | Memproses transaksi dan pembayaran sesuai prosedur. |
| Product Display | Menata produk dan menjaga area display tetap rapi. |
| Stock Checking | Memeriksa jumlah dan kondisi stok. |
| Stock Replenishment | Mengisi kembali produk ke rak atau area penjualan. |
| Data Entry | Memasukkan dan merekap data sederhana jika diperlukan. |
| Product Knowledge | Memahami dan menjelaskan informasi produk. |
| SOP & Store Operation | Mengikuti prosedur serta menjaga area toko. |
Mana yang Termasuk Skill Teknikal dan Mana yang Soft Skill?
Salah satu cara membuat CV lebih seimbang adalah memisahkan kemampuan yang bersifat teknis dengan kemampuan perilaku. Cashier/POS, stock checking, product display, data entry, dan stock replenishment lebih mudah dikategorikan sebagai keterampilan teknis atau operasional. Sementara komunikasi, teamwork, disiplin, ketelitian, dan kemampuan beradaptasi lebih dekat dengan soft skill.
Keduanya tetap diperlukan. Namun, Mimin tidak menyarankan bagian skill hanya berisi soft skill. Retail adalah pekerjaan yang mempunyai aktivitas nyata, sehingga CV akan lebih informatif ketika kemampuanmu juga menjelaskan apa yang bisa kamu kerjakan.
| Technical / Operational | Soft Skill Pendukung |
|---|---|
| Cashier & POS | Ketelitian |
| Stock Checking | Attention to Detail |
| Product Display | Kerapian & Consistency |
| Customer Handling | Communication |
| Data Entry | Time Management |
🎯 Fresh Graduate Belum Pernah Bekerja di Toko, Bagaimana?
Ini pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya: pengalaman retail formal bukan satu-satunya sumber skill. Pengalaman menjual produk secara online, membantu usaha keluarga, mengikuti PKL, menjadi panitia kegiatan, atau mengambil pekerjaan part-time bisa menghasilkan kemampuan yang relevan selama aktivitasnya memang sesuai.
Misalnya, pengalaman jualan online dapat menunjukkan kemampuan membalas pertanyaan pelanggan, menjelaskan produk, mencatat pesanan, memeriksa stok, dan melakukan follow up. Pengalaman membantu toko keluarga bisa memberikan pengalaman menata barang, melayani pembeli, serta melakukan pengecekan stok. Sementara pengalaman organisasi dapat digunakan untuk menunjukkan komunikasi dan koordinasi, meskipun tentu tidak bisa dijadikan klaim bahwa kamu sudah mahir menggunakan sistem kasir.
| Pengalaman Fresh Graduate | Skill yang Bisa Ditunjukkan |
|---|---|
| Jualan online | Customer handling, product knowledge, order handling, stock. |
| Membantu toko keluarga | Customer service, stock checking, display, basic cashier jika memang pernah dilakukan. |
| PKL | SOP compliance, customer service, teamwork, operational discipline. |
| Part-time outlet | Customer handling, product handling, cleanliness, transaction handling jika memang dilakukan. |
| Organisasi sekolah | Communication, coordination, time management. |
💼 Contoh Penulisan Skill di CV Crew Store
Setelah memilih kemampuan yang benar-benar kamu miliki, bagian skill dapat dibuat singkat seperti contoh berikut:
Daftar tersebut bukan template yang wajib disalin mentah-mentah. Bila kamu belum pernah melakukan transaksi kasir, jangan masukkan POS Operation hanya karena terlihat bagus. Sebaliknya, apabila kamu pernah mengelola stok jualan online, skill Stock Checking dan Product Handling justru bisa lebih jujur untuk ditonjolkan.
🔎 Cara Menentukan Skill Berdasarkan Isi Lowongan
Setiap kali menemukan lowongan Crew Store, baca bagian persyaratan dan job description terlebih dahulu. Tandai aktivitas yang benar-benar disebut perusahaan. Apabila lowongan menyebut pelayanan pelanggan dan penataan produk, dua hal tersebut sebaiknya menjadi prioritas. Apabila terdapat tanggung jawab kasir dan transaksi, kemampuan yang berhubungan dengan cashier/POS menjadi lebih relevan. Jika lowongan banyak membahas stok, tambahkan skill inventory yang memang kamu kuasai.
Pola ini lebih baik daripada membuat satu CV Crew Store yang isinya sama persis untuk semua perusahaan. O*NET sendiri menunjukkan bahwa pekerjaan retail dapat mempunyai banyak tugas berbeda, mulai dari customer service, transaksi, display, inventory, hingga penanganan retur.
Jangan Menulis “Mahir” Tanpa Bukti
Kata seperti mahir, expert, advanced, proficient terlihat menarik, tetapi sekaligus membuat interviewer mempunyai alasan untuk menggali lebih dalam. Bila kamu menulis “Advanced Excel”, kamu harus siap ketika ditanya formula apa yang dikuasai. Bila menulis “Expert POS”, kamu harus siap menjelaskan sistem kasir yang pernah digunakan.
Untuk fresh graduate, tidak ada masalah menuliskan basic atau menghilangkan level kemampuan sama sekali. Yang penting, informasi tersebut akurat. CV bukan perlombaan menggunakan istilah paling tinggi. CV adalah dokumen untuk menunjukkan kecocokanmu dengan pekerjaan.
🎤 Skill di CV Harus Bisa Dibuktikan Saat Interview
Misalnya kamu menulis Customer Service. Interviewer bisa bertanya, “Pernah melayani pelanggan di mana?” atau “Bagaimana menghadapi pelanggan yang komplain?”. Jawaban yang memiliki contoh nyata akan lebih kuat dibanding sekadar mengatakan “Saya orangnya komunikatif”.
Hal yang sama berlaku pada stock checking. Ceritakan pengalaman ketika memeriksa jumlah barang, mencatat stok, atau memastikan produk tersedia. Tidak harus berasal dari perusahaan retail besar. Pengalaman kecil tetap dapat digunakan selama benar-benar pernah dilakukan.
Mimin menyarankan kamu menyiapkan minimal satu contoh pengalaman untuk setiap skill utama yang dicantumkan di CV. Dengan begitu, bagian skill tidak hanya menjadi hiasan, tetapi mempunyai bukti di belakangnya.
Skill Apa yang Paling Penting untuk Fresh Graduate?
Tidak ada satu daftar yang selalu menjadi nomor satu untuk seluruh perusahaan retail. Namun, bila kamu masih menyusun CV dari nol, kelompokkan prioritas berdasarkan jenis aktivitas pekerjaan. Customer handling penting untuk posisi yang banyak bertemu pelanggan. Cashier/POS menjadi relevan ketika transaksi merupakan bagian dari pekerjaan. Stock checking dan replenishment penting ketika tanggung jawab stok cukup besar. Sementara product display relevan pada toko yang banyak mengandalkan penataan merchandise.
Itulah sebabnya Mimin tidak menyarankan menulis semua skill dengan level yang sama. CV yang lebih baik adalah CV yang menunjukkan prioritas.
Contoh CV Sebelum vs Sesudah: Skill Fresh Graduate untuk Crew Store
Buat kamu yang baru lulus dan belum punya banyak pengalaman kerja, menulis bagian skill di CV memang sering terasa membingungkan. Banyak fresh graduate akhirnya memasukkan kata-kata seperti Communication, Teamwork, Hardworking, atau Responsible karena terdengar positif.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan skill tersebut. Namun, untuk posisi Crew Store, akan lebih membantu jika kamu juga mencantumkan kemampuan yang lebih dekat dengan aktivitas pekerjaan di toko.
Supaya lebih mudah dipahami, Mimin Loker kasih contoh sederhana perbedaan penulisan skill di CV berikut ini.
| CV Sebelum | CV Sesudah |
|---|---|
| Communication | Customer Handling |
| Teamwork | Basic Cashier/POS |
| Hardworking | Stock Checking |
| Responsible | Product Display |
| Honest | Data Entry |
| Good Attitude | Product Knowledge |
Kenapa Versi Kedua Lebih Relevan?
Versi kedua bukan berarti otomatis lebih hebat daripada versi pertama. Perbedaannya terletak pada tingkat relevansinya dengan pekerjaan yang dilamar.
Kata seperti Communication, Teamwork, dan Hardworking memang merupakan kemampuan yang baik untuk dimiliki. Tetapi kata-kata tersebut cukup umum dan dapat digunakan untuk hampir semua jenis pekerjaan.
Sementara itu, Customer Handling, Basic Cashier/POS, Stock Checking, Product Display, dan Data Entry memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai aktivitas yang mungkin dilakukan seorang Crew Store.
Misalnya, ketika recruiter membaca Customer Handling, mereka bisa langsung mengaitkannya dengan aktivitas melayani dan membantu pelanggan. Begitu juga dengan Stock Checking yang lebih mudah dikaitkan dengan kegiatan mengecek ketersediaan barang.
Fresh Graduate Bisa Mendapatkan Skill dari Mana?
Nah, ini bagian yang sering bikin fresh graduate ragu. Kalau belum pernah bekerja secara formal di toko, apakah tetap boleh menuliskan skill tersebut?
Jawabannya tergantung pada pengalaman yang benar-benar kamu miliki. Skill tidak selalu harus diperoleh dari pekerjaan tetap. Kamu bisa mendapatkannya dari PKL, praktik sekolah, organisasi, jualan online, membantu usaha keluarga, pekerjaan part-time, freelance, maupun aktivitas lainnya.
| Skill | Contoh Bukti yang Bisa Dimiliki Fresh Graduate |
|---|---|
| Customer Handling | Jualan online, SPG, PKL, part-time, atau membantu usaha keluarga |
| Basic Cashier/POS | Praktik kasir di sekolah, pengalaman toko, atau pekerjaan part-time |
| Stock Checking | Membantu mengecek stok barang di toko atau usaha keluarga |
| Product Display | Menata barang saat PKL, bekerja di toko, atau membantu bisnis |
| Data Entry | Menginput data menggunakan Excel atau Google Sheets untuk tugas sekolah maupun organisasi |
| Product Knowledge | Pengalaman mempelajari dan menjelaskan produk kepada pelanggan saat berjualan |
| Customer Service | Menjawab pertanyaan pelanggan melalui chat marketplace, WhatsApp, atau media sosial |
Jangan Memaksakan Skill yang Belum Kamu Kuasai
Ada satu hal yang tidak kalah penting: jangan memasukkan skill hanya karena terlihat cocok dengan lowongan. Kalau kamu belum pernah menggunakan sistem kasir atau POS, misalnya, jangan mencantumkannya sebagai kemampuan yang sudah dikuasai.
Recruiter bisa saja menanyakan skill tersebut saat interview. Kalau ternyata kamu tidak memahami cara kerjanya, justru bisa membuat isi CV terlihat kurang jujur.
Lebih baik menuliskan kemampuan yang memang pernah kamu gunakan, meskipun pengalaman tersebut berasal dari aktivitas sederhana.
Contohnya, kalau selama sekolah kamu pernah membantu orang tua berjualan, kamu mungkin memiliki pengalaman berinteraksi dengan pelanggan, mencatat pesanan, mengecek stok, menata produk, atau menghitung transaksi. Pengalaman seperti ini dapat menjadi dasar untuk menjelaskan skill yang relevan dengan pekerjaan Crew Store.
Tips Mimin untuk Fresh Graduate
Sebelum memasukkan skill ke CV, coba lakukan tiga langkah sederhana:
- Pahami aktivitas utama dari posisi Crew Store yang kamu lamar.
- Cari pengalamanmu yang pernah berhubungan dengan aktivitas tersebut.
- Tuliskan skill yang benar-benar bisa kamu jelaskan ketika ditanya saat interview.
Kesimpulan
Untuk fresh graduate yang ingin melamar sebagai Crew Store, bagian skill di CV sebaiknya tidak hanya berisi kata-kata umum seperti Hardworking, Responsible, atau Teamwork.
Kamu bisa menambahkan kemampuan yang lebih spesifik dan berhubungan dengan aktivitas retail, seperti Customer Handling, Basic Cashier/POS, Stock Checking, Product Display, Data Entry, atau Product Knowledge—tentunya jika memang sesuai dengan pengalaman atau kemampuan yang kamu miliki.
Intinya, bukan membuat CV terlihat penuh dengan istilah yang keren. Yang lebih penting adalah membuat recruiter lebih mudah memahami apa yang bisa kamu lakukan dan dari mana kemampuan tersebut berasal.
⚠️ Kesalahan yang Sering Terjadi pada CV Crew Store Fresh Graduate
Pertama, terlalu banyak soft skill. CV penuh dengan “jujur, disiplin, pekerja keras, bertanggung jawab, mampu bekerja sama” tetapi tidak ada skill operasional yang menggambarkan kemampuan kerja.
Kedua, mencantumkan skill yang belum pernah digunakan. Misalnya mengaku mahir POS, inventory system, atau software tertentu tanpa pengalaman.
Ketiga, semua perusahaan diberi CV yang sama. Padahal Crew Store pada fashion retail bisa mempunyai aktivitas berbeda dengan Crew Store pada minimarket atau toko elektronik.
Keempat, terlalu panjang. Daftar skill bukan tempat memasukkan semua hal yang pernah dipelajari. Prioritaskan yang paling relevan dengan posisi.
🎯 COCOKKAN SKILL DENGAN JENIS TOKO
| Jenis Retail | Skill yang Bisa Diprioritaskan |
|---|---|
| Minimarket | Customer service, cashier, stock checking, replenishment, store cleanliness. |
| Fashion Store | Customer handling, product knowledge, product display, basic cashier. |
| Elektronik | Product knowledge, customer service, product demonstration, cashier jika relevan. |
| Supermarket | Stock checking, replenishment, customer service, display, cashier. |
| Specialty Store | Product knowledge, customer handling, display, transaction handling. |
Ini bukan berarti satu jenis toko hanya membutuhkan skill tersebut. Tabel hanya membantu kamu melihat hubungan antara karakter toko dan jenis kompetensi. Kualifikasi pada lowongan tetap menjadi sumber utama.
Checklist Sebelum Mengirim CV Crew Store
- ☑ Ada skill yang berhubungan langsung dengan aktivitas retail.
- ☑ Skill yang ditulis benar-benar kamu kuasai.
- ☑ Tidak mengklaim mahir menggunakan POS atau sistem tertentu jika belum pernah menggunakannya.
- ☑ Skill disesuaikan dengan job description.
- ☑ Pengalaman PKL, jualan, organisasi, atau part-time digunakan sebagai bukti jika relevan.
- ☑ Technical skill dan soft skill dibuat seimbang.
- ☑ Kamu mampu memberikan contoh untuk setiap skill utama ketika interview.
- ☑ CV tetap ringkas dan mudah dipindai.
FAQ
Apakah fresh graduate wajib punya pengalaman retail untuk menjadi Crew Store?
Tidak selalu. Persyaratan bergantung pada perusahaan dan posisi. Ada lowongan yang membuka kesempatan bagi kandidat pemula, tetapi ada pula yang meminta pengalaman tertentu. Selalu periksa kualifikasi pada lowongan.
Apakah Customer Service termasuk skill penting untuk Crew Store?
Ya, terutama karena pekerjaan retail banyak melibatkan interaksi dengan pelanggan. Referensi O*NET untuk retail salesperson mencantumkan aktivitas menyambut pelanggan, mengetahui kebutuhan mereka, membantu menemukan produk, serta menjawab pertanyaan mengenai barang.
Apakah kemampuan kasir wajib dicantumkan?
Tidak selalu. Cantumkan Cashier/POS ketika posisi yang dilamar memang memiliki tanggung jawab transaksi atau kamu benar-benar mempunyai pengalaman tersebut. Bila belum pernah menggunakan POS, jangan menulis seolah-olah sudah mahir.
Apakah pengalaman jualan online bisa dimasukkan ke CV Crew Store?
Bisa. Pengalaman tersebut dapat menjadi bukti customer handling, product knowledge, pengelolaan pesanan, stock checking, dan komunikasi apabila memang aktivitas itu kamu lakukan.
Berapa banyak skill yang sebaiknya ditulis?
Tidak ada jumlah universal. Mimin lebih menyarankan beberapa skill yang paling relevan dan dapat dibuktikan daripada membuat daftar panjang yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
Apakah Microsoft Excel penting untuk Crew Store?
Excel lebih tepat dianggap sebagai skill pendukung. Kebutuhannya bergantung pada tanggung jawab dan sistem perusahaan. Untuk posisi yang melibatkan pencatatan atau rekap data, kemampuan spreadsheet dapat menjadi nilai tambah.
Kesimpulan
Membuat CV untuk posisi Crew Store sebenarnya tidak membutuhkan daftar skill yang rumit. Yang lebih penting adalah memastikan bagian keahlian benar-benar menggambarkan aktivitas yang relevan dengan pekerjaan retail. Referensi pekerjaan retail menunjukkan bahwa aktivitasnya dapat mencakup pelayanan pelanggan, transaksi, product display, inventory, pencatatan penjualan, dan aktivitas operasional toko lainnya.
Delapan keahlian yang bisa kamu pertimbangkan adalah Customer Service & Customer Handling, Cashier & POS Operation, Product Display & Basic Merchandising, Stock Checking & Inventory, Product Handling & Stock Replenishment, Basic Data Entry & Spreadsheet, Product Knowledge & Product Checking, serta Store Operation & SOP Compliance.
Namun, jangan menjadikan daftar tersebut sebagai kumpulan keyword yang harus dimasukkan seluruhnya. Pilih skill berdasarkan pengalamanmu dan kebutuhan lowongan yang dituju. Fresh graduate tanpa pengalaman kerja formal tetap dapat menunjukkan kemampuan melalui PKL, pekerjaan part-time, berjualan, membantu usaha keluarga, kegiatan sekolah, maupun organisasi selama aktivitasnya memang mendukung skill yang dicantumkan.
Pada akhirnya, CV yang baik bukan CV yang mempunyai daftar skill paling banyak. CV yang lebih berguna adalah CV yang membuat recruiter bisa melihat “orang ini pernah melakukan apa, bisa melakukan apa, dan apakah kemampuan tersebut sesuai dengan pekerjaan Crew Store yang sedang saya butuhkan?” Dari situlah nilai sebuah CV mulai terlihat.

0 Komentar