TRENDING!

Sudah Melamar Tapi Belum Ada Panggilan? Follow Up Lamaran Dengan Cara Ini!


Sudah mengirim CV beberapa hari lalu, tetapi sampai sekarang belum ada kabar dari perusahaan? Situasi seperti ini cukup membuat pencari kerja bertanya-tanya, “Apakah lamaran saya sudah dibaca?”, “Boleh nggak saya chat HRD?”, atau “Kapan waktu yang tepat untuk follow up?”

Mimin paham, menunggu kabar setelah mengirim lamaran memang tidak mudah. Apalagi kalau posisi yang kamu lamar benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang sedang kamu cari.

Namun, belum mendapat panggilan bukan berarti lamaran kamu pasti ditolak. Setiap perusahaan memiliki proses dan waktu rekrutmen yang berbeda-beda.

Kalau kamu ingin mengetahui perkembangan lamaran, kamu boleh melakukan follow up secara profesional, selama caranya tepat dan menggunakan jalur komunikasi yang memang disediakan perusahaan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up Lamaran?

Tidak perlu langsung melakukan follow up beberapa jam setelah mengirim CV. Berikan waktu kepada perusahaan untuk memproses lamaran yang masuk.

Jika perusahaan tidak memberikan informasi mengenai jadwal proses seleksi, kamu dapat menggunakan 3–7 hari kerja sebagai patokan praktis sebelum melakukan follow up.

Namun, jika perusahaan sudah memberikan jadwal tertentu, ikuti informasi tersebut. Misalnya perusahaan mengatakan kandidat yang lolos akan dihubungi dalam waktu satu minggu, sebaiknya tunggu sampai periode tersebut selesai.

Situasi Yang Bisa Kamu Lakukan
Baru mengirim lamaran Tunggu dan jangan langsung melakukan follow up.
Sudah 3–7 hari kerja tanpa kabar Boleh melakukan follow up secara sopan.
Perusahaan memberikan jadwal seleksi Ikuti jadwal dan informasi yang diberikan.
Lowongan sudah ditutup Tidak perlu terus melakukan follow up.

Catatan: Patokan 3–7 hari kerja bukan aturan wajib untuk semua perusahaan. Gunakan sebagai panduan jika perusahaan tidak memberikan informasi mengenai jadwal proses rekrutmen.

Follow Up Lamaran Sebaiknya Lewat Apa?

Gunakan jalur komunikasi yang memang disediakan perusahaan. Jangan sembarangan mencari nomor pribadi HRD atau recruiter.

Jika sebelumnya kamu mengirim lamaran melalui email dan perusahaan menyediakan alamat email rekrutmen, follow up dapat dilakukan melalui email tersebut.

Jika perusahaan secara resmi memberikan nomor WhatsApp untuk kebutuhan rekrutmen, kamu dapat menggunakan WhatsApp sesuai petunjuk yang diberikan.

Begitu juga dengan portal rekrutmen. Jika status lamaran dapat dilihat melalui akun pelamar, periksa status tersebut terlebih dahulu.

Follow up yang baik bukan hanya tentang isi pesan, tetapi juga menggunakan jalur komunikasi yang tepat.

Contoh Follow Up Lamaran Lewat WhatsApp

Kalau perusahaan memang menyediakan WhatsApp sebagai kontak rekrutmen, kamu bisa menggunakan pesan yang singkat dan sopan seperti berikut:

Selamat siang Bapak/Ibu,

Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya sebelumnya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada [tanggal pengiriman].

Saya ingin menanyakan apakah proses rekrutmen untuk posisi tersebut masih berlangsung.

Saya tetap tertarik untuk mengikuti proses seleksi apabila masih terdapat kesempatan. Terima kasih atas waktu dan informasinya, Bapak/Ibu.

Tidak perlu mengirim pesan seperti “Pak/Bu, lamaran saya sudah dibaca belum?” atau “Kenapa saya belum dipanggil?”

Tujuan follow up adalah menanyakan status proses rekrutmen, bukan menuntut recruiter memberikan jawaban.

Contoh Follow Up Lamaran Lewat Email

Kalau sebelumnya kamu mengirim CV melalui email, kamu dapat melakukan follow up dengan format berikut:

Subjek: Follow Up Lamaran – [Nama Posisi] – [Nama Lengkap]

Yth. Bapak/Ibu Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan],

Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya sebelumnya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada [tanggal pengiriman].

Melalui email ini, saya ingin menanyakan apakah proses rekrutmen untuk posisi tersebut masih berlangsung dan apakah terdapat informasi lebih lanjut mengenai tahapan seleksi.

Saya tetap tertarik untuk mengikuti proses rekrutmen di [Nama Perusahaan] dan siap mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,
[Nama Lengkap]
[Nomor WhatsApp]
[Email]

Jangan Follow Up Setiap Hari

Follow up bukan berarti kamu harus mengirim pesan setiap hari sampai mendapatkan jawaban.

Kalau sudah melakukan follow up dan belum mendapatkan respons, berikan waktu kembali kepada perusahaan. Mengirim pesan berkali-kali dalam waktu singkat justru membuat komunikasi menjadi kurang nyaman.

Kalau setelah satu kali follow up tetap tidak ada kabar, kamu bisa melanjutkan pencarian kerja ke perusahaan lain sambil menunggu.

Jangan menghentikan pencarian kerja hanya karena sedang menunggu satu perusahaan.

Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Follow Up?

Tidak semua situasi membutuhkan follow up. Sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menghubungi recruiter apabila:

  • Lowongan sudah ditutup dan perusahaan tidak menyediakan informasi kontak.
  • Perusahaan secara jelas mengatakan hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi.
  • Kamu sudah mendapatkan informasi bahwa posisi tersebut sudah terisi.
  • Perusahaan meminta pelamar tidak menghubungi recruiter terkait status lamaran.
  • Kamu sudah beberapa kali melakukan follow up tetapi tidak mendapatkan respons.

Dalam kondisi tersebut, lebih baik menghormati proses perusahaan dan melanjutkan pencarian lowongan lainnya.

Belum Dipanggil Interview, Apa Berarti CV Kamu Jelek?

Belum tentu.

Tidak mendapatkan panggilan interview setelah melamar bukan berarti CV kamu pasti buruk. Kamu juga tidak selalu mengetahui bagaimana proses seleksi berlangsung di dalam perusahaan.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa masalahnya ada pada CV. Tetapi kamu tetap bisa melakukan evaluasi terhadap lamaran yang sudah dikirim.

Coba tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah CV sudah disesuaikan dengan posisi yang dilamar?
  • Apakah pengalaman dan keahlian yang relevan sudah terlihat?
  • Apakah nomor kontak yang dicantumkan masih aktif?
  • Apakah semua persyaratan lowongan sudah dipenuhi?
  • Apakah kamu sudah mengikuti instruksi pendaftaran?
  • Apakah lamaran dikirim melalui kanal yang benar?

Kalau masih ada yang kurang, perbaiki sebelum mengirim lamaran berikutnya.

Jangan Hanya Menunggu Satu Lamaran

Mimin tahu rasanya berharap pada satu lowongan, terutama kalau perusahaan dan posisinya memang sesuai dengan keinginan kamu.

Tetapi dalam mencari kerja, jangan berhenti hanya karena sedang menunggu satu proses rekrutmen.

Setelah melakukan follow up, tetap cari lowongan lain yang sesuai. Dengan begitu, kamu tidak hanya bergantung pada satu kesempatan.

Kamu juga bisa membuat catatan sederhana mengenai lamaran yang sudah dikirim.

Perusahaan Posisi Tanggal Lamar Follow Up Status
PT A Admin 10 September 16 September Menunggu
PT B Operator Produksi 12 September - Menunggu
PT C Store Crew 14 September 19 September Menunggu

Catatan sederhana seperti ini membantu kamu mengetahui kapan melamar, kapan melakukan follow up, dan lamaran mana saja yang masih menunggu.

Kesimpulan

Kalau kamu sudah mengirim lamaran tetapi belum mendapatkan panggilan, kamu boleh melakukan follow up selama caranya sopan dan sesuai dengan jalur komunikasi yang disediakan perusahaan.

Jika perusahaan tidak memberikan jadwal khusus, 3–7 hari kerja dapat menjadi patokan praktis sebelum melakukan follow up.

Gunakan pesan yang singkat, sebutkan nama, posisi yang dilamar, tanggal pengiriman lamaran, serta tanyakan status proses rekrutmen.

Hindari menghubungi recruiter berkali-kali atau menggunakan nomor pribadi yang tidak diberikan untuk keperluan rekrutmen.

Dan yang tidak kalah penting, jangan berhenti mencari pekerjaan hanya karena sedang menunggu satu perusahaan.

Follow up boleh dilakukan, tetapi pencarian kerja tetap berjalan. Setelah mengirim lamaran dan melakukan follow up dengan cara yang benar, lanjutkan mencari kesempatan lainnya sambil menunggu kabar.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close