Langsung ke konten utama

Rekomendasi :

Hati-Hati! Begini Cara Tepat Negosiasi Gaji Saat Interview Kerja Agar Tidak Salah Langkah

Hati-Hati! Begini Cara Tepat Negosiasi Gaji Saat Interview Kerja Agar Tidak Salah Langkah


Hati-Hati! Begini Cara Tepat Negosiasi Gaji Saat Interview Kerja Agar Tidak Salah Langkah

“Min, kalau HRD nanya ekspektasi gaji, gue harus nyebut angka berapa, ya? Kalau minta ketinggian takut engga diterima. Tapi kalau kemurahan, nanti malah nyesel sendiri!”

Tenang, guys! Mimin paham kenapa pertanyaan soal gaji sering bikin kandidat mendadak kehilangan kata-kata. Apalagi kalau kamu masih fresh graduate dan baru pertama kali menghadapi interview kerja. Mau menyebut angka takut salah, sementara kalau jawab “terserah perusahaan” malah belum tentu sesuai sama harapanmu.

Intinya, negosiasi gaji bukan sekadar meminta nominal tinggi, tetapi mencari kesepakatan yang masuk akal berdasarkan pekerjaan, kemampuan, dan keseluruhan kompensasi. Nah, Mimin bakal jelasin cara menentukan ekspektasi gaji, menghadapi pertanyaan HRD, sampai contoh jawaban yang bisa kamu sesuaikan sama posisi yang dilamar.

Apa Itu Negosiasi Gaji?

Negosiasi gaji adalah proses membicarakan kompensasi antara kandidat dan perusahaan sebelum kesepakatan kerja dibuat. Pembahasannya bukan cuma soal gaji pokok, tetapi bisa mencakup beberapa hal berikut.

  • Gaji pokok dan tunjangan.
  • Insentif, bonus, atau komisi.
  • Uang makan dan transportasi.
  • Ketentuan lembur dan sistem kerja.
  • BPJS, THR, serta fasilitas lainnya.
  • Kesempatan mengikuti pelatihan atau pengembangan keterampilan.

Contohnya, ada perusahaan yang menawarkan gaji pokok lebih tinggi, sedangkan perusahaan lain punya tunjangan atau insentif tertentu. Makanya, jangan langsung membandingkan dua pekerjaan cuma dari angka gajinya. Pahami dulu seluruh penawaran yang diberikan.

1. Jangan Asal Menentukan Ekspektasi Gaji

Kesalahan yang sering terjadi adalah menentukan gaji cuma berdasarkan kebutuhan pribadi. Misalnya, kamu membutuhkan Rp7 juta setiap bulan, terus langsung menjadikan angka tersebut sebagai ekspektasi tanpa mengecek kisaran gaji untuk posisi yang dilamar.

Kebutuhan pribadi memang perlu dipertimbangkan, tapi kamu juga harus melihat tanggung jawab pekerjaan, lokasi, pengalaman, kemampuan, dan kondisi pasar kerja.

Daripada langsung menentukan satu angka, coba siapkan kisaran gaji yang realistis berdasarkan riset. Contohnya, setelah mempelajari beberapa lowongan sejenis, kamu memperkirakan kompensasi untuk posisi yang dilamar berada di kisaran Rp5 juta sampai Rp6,5 juta per bulan.

Angka tersebut cuma ilustrasi, ya, bukan standar untuk semua pekerjaan. Pastikan kisaran yang kamu pilih sesuai sama posisi, lokasi, dan kualifikasi yang dibutuhkan.

2. Riset Gaji Sebelum Interview

Guys, jangan cuma mengetik “gaji Admin berapa?” di internet, terus langsung percaya sama angka pertama yang muncul. Posisi yang namanya sama bisa punya tanggung jawab dan kompensasi yang berbeda.

Coba cari informasi dari beberapa sumber berikut.

Supaya hasilnya lebih relevan, gunakan kata kunci yang spesifik. Contohnya, “gaji Admin Warehouse di Tangerang” atau “gaji Operator Produksi lulusan SMK di perusahaan manufaktur”.

Semakin sesuai pembandingnya dengan lowongan yang kamu incar, semakin mudah kamu memperkirakan kisaran gaji yang masuk akal.

3. Hitung Biaya untuk Bekerja

Jangan cuma melihat gaji yang bakal diterima. Perhitungkan juga biaya transportasi, makan tambahan, parkir, atau kebutuhan lain yang muncul karena pekerjaan tersebut.

Contohnya, ada dua tawaran kerja dengan kondisi berikut.

Perhitungan ini masih sederhana dan belum memasukkan potongan gaji atau biaya lainnya. Tapi, contoh tersebut menunjukkan kenapa gaji lebih tinggi belum tentu membuat uang yang tersisa lebih banyak.

Makanya, pertimbangkan juga jarak rumah, jam kerja, sistem shift, dan biaya rutin yang harus kamu keluarkan.

4. Pahami Tanggung Jawab Pekerjaan

Nama jabatan saja belum cukup untuk menentukan ekspektasi gaji. Kamu perlu membaca deskripsi pekerjaan atau job description supaya tahu apa saja yang bakal dikerjakan.

Misalnya, lowongan Admin Online Shop ternyata mencakup:

  • Membalas chat pelanggan.
  • Mengelola marketplace dan pesanan.
  • Menginput stok barang.
  • Membuat laporan penjualan.
  • Membantu membuat konten produk.
  • Menangani keluhan pelanggan.

Nah, berarti tanggung jawabnya bukan cuma input data. Hal yang sama juga berlaku untuk posisi Operator Produksi, Warehouse, Crew Store, dan pekerjaan lainnya.

Dengan memahami lingkup kerja, kamu bisa menentukan ekspektasi gaji berdasarkan tugas sebenarnya, bukan cuma berdasarkan nama jabatan.

5. Kenali Kemampuan yang Bisa Kamu Tawarkan

Sebelum interview, coba pikirkan: kemampuan apa yang bisa kamu gunakan untuk membantu pekerjaan tersebut?

Buat fresh graduate, kemampuan itu engga harus berasal dari pengalaman kerja formal. Kamu bisa mempertimbangkan pengalaman PKL, organisasi, proyek, freelance, praktik sekolah, atau kegiatan usaha yang pernah dijalani.

Contohnya, kemampuan yang relevan bisa berupa:

  • Microsoft Excel dan pengolahan data untuk posisi Admin.
  • Pengalaman melayani pelanggan untuk posisi Customer Service atau Crew Store.
  • Pengalaman berjualan untuk posisi Sales.
  • Pengalaman praktik dan pemahaman SOP untuk posisi Operator Produksi.
  • Penggunaan marketplace untuk posisi Admin Online Shop.

Pastikan kamu jujur soal tingkat kemampuanmu. Kalau baru menguasai dasar Excel, katakan bahwa kemampuanmu masih di tingkat dasar. Jangan mengaku mahir cuma supaya terlihat lebih unggul, karena bisa saja HRD meminta tes keterampilan.

6. Fresh Graduate Boleh Negosiasi Gaji, Engga?

Boleh, guys! Belum punya pengalaman kerja formal bukan berarti kamu harus menyerahkan semua keputusan gaji kepada perusahaan.

Kamu tetap bisa menentukan ekspektasi berdasarkan tanggung jawab posisi, keterampilan yang relevan, pengalaman PKL, sertifikasi, dan informasi gaji untuk pekerjaan sejenis.

Contoh jawaban:

“Sebagai fresh graduate, saya memahami bahwa saya masih perlu mengembangkan pengalaman profesional. Untuk ekspektasi gaji, saya berharap berada di kisaran RpX sampai RpY dengan mempertimbangkan tanggung jawab posisi dan kisaran kompensasi di wilayah tersebut. Namun, saya tetap terbuka untuk berdiskusi sesuai keseluruhan penawaran perusahaan.”

Ganti RpX dan RpY dengan kisaran yang udah kamu riset. Kamu engga perlu meminta gaji serendah mungkin cuma karena baru lulus, tetapi pastikan nominal yang disampaikan punya dasar yang jelas.

7. Cara Menjawab Pertanyaan “Berapa Ekspektasi Gaji Kamu?”

Kalau HRD menanyakan ekspektasi gaji, jangan langsung panik atau menyebut angka secara asal. Kamu bisa menjawab secara fleksibel sambil menunjukkan bahwa kamu udah mempertimbangkan kompensasi yang diharapkan.

Kalau masih ingin mengetahui penawaran perusahaan:

“Saya cukup terbuka untuk berdiskusi mengenai kompensasi. Saya ingin memahami lebih detail tentang tanggung jawab posisi dan keseluruhan benefit yang ditawarkan agar ekspektasi saya bisa lebih sesuai.”

Kalau HRD meminta kisaran gaji:

“Berdasarkan tanggung jawab posisi dan hasil riset yang saya lakukan, saya memiliki ekspektasi di kisaran Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan. Namun, saya tetap terbuka untuk mendiskusikannya berdasarkan keseluruhan kompensasi dan kebijakan perusahaan.”

Kisaran Rp5 juta sampai Rp6 juta di atas hanya contoh. Kamu perlu menyesuaikannya dengan hasil riset dan posisi yang dilamar.

Jawaban yang baik biasanya punya tiga unsur: angka yang jelas, alasan yang masuk akal, dan keterbukaan untuk berdiskusi.

8. Siapkan Tiga Angka Sebelum Interview

Biar engga bingung saat negosiasi, Mimin menyarankan kamu menyiapkan tiga angka untuk panduan pribadi.

Ketiga angka tersebut engga perlu langsung kamu sampaikan kepada HRD. Gunakan sebagai panduan supaya kamu tahu kapan masih bisa berdiskusi dan kapan tawaran mulai engga sesuai sama pertimbanganmu.

9. Bagaimana Kalau HRD Menawarkan Gaji di Bawah Ekspektasi?

Misalnya, kamu berharap mendapat gaji Rp5 juta sampai Rp6 juta, tetapi perusahaan menawarkan Rp4,5 juta. Jangan buru-buru menolak, tapi engga perlu juga langsung menerima kalau kamu masih ingin berdiskusi.

Kamu bisa menyampaikan harapanmu secara sopan.

“Terima kasih atas penawarannya. Berdasarkan tanggung jawab posisi ini, saya sebenarnya berharap berada di kisaran Rp5 juta. Apakah masih ada kemungkinan untuk mendiskusikan penyesuaian nominal tersebut?”

Kalau gaji pokok belum bisa disesuaikan, kamu bisa menanyakan komponen kompensasi lainnya.

“Baik, saya memahami kebijakan perusahaan. Kalau nominal gaji pokok belum bisa disesuaikan, boleh saya mengetahui apakah ada tunjangan atau insentif lain yang termasuk dalam paket kompensasi?”

Dengan cara ini, kamu tetap menyampaikan harapan tanpa mengubah pembicaraan menjadi perdebatan.

10. Pastikan Gaji yang Ditawarkan Sudah Jelas

Kalau HRD mengatakan gajinya Rp5 juta, jangan langsung berasumsi bahwa nominal tersebut merupakan uang bersih yang bakal masuk ke rekening. Tanyakan secara sopan apakah angka tersebut merupakan gaji pokok atau sudah termasuk tunjangan.

Beberapa hal yang bisa kamu tanyakan antara lain:

  • Apakah gaji tersebut sudah termasuk tunjangan?
  • Apakah ada tunjangan makan atau transportasi?
  • Apakah posisi ini memiliki insentif atau bonus?
  • Bagaimana ketentuan lembur?
  • Bagaimana fasilitas BPJS dan ketentuan potongan?
  • Kapan pembayaran gaji dilakukan?

Kamu engga harus menanyakan semuanya sekaligus. Pilih pertanyaan yang relevan dengan posisi dan informasi yang belum dijelaskan oleh HRD.

11. Jangan Lupa Mengecek Sistem Kerja

Guys, gaji perlu dipertimbangkan bersama sistem kerja. Posisi di bidang retail, F&B, warehouse, hospitality, dan manufaktur, misalnya, bisa memiliki jadwal shift atau ketentuan hari kerja yang berbeda.

Sebelum menerima tawaran, pastikan kamu memahami:

  • Jumlah hari dan jam kerja.
  • Pembagian shift, termasuk shift malam jika ada.
  • Ketentuan lembur dan kerja pada hari libur.
  • Target kerja atau sistem komisi jika berlaku.
  • Masa probation dan ketentuan kompensasinya.

Contoh pertanyaan yang bisa kamu sampaikan kepada HRD:

“Boleh saya mengetahui sistem kerja untuk posisi ini, termasuk pembagian shift, jam kerja, dan ketentuan lembur apabila ada?”

Informasi tersebut membantu kamu memahami kondisi kerja secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan.

12. Jangan Menjadikan Gaji Teman sebagai Patokan Utama

Kalau temanmu mendapat gaji Rp7 juta, bukan berarti perusahaan lain harus memberikan angka yang sama untuk posisi yang kamu lamar. Pengalaman, lokasi, tanggung jawab, dan kebijakan perusahaan bisa berbeda.

Daripada mengatakan, “Teman gue dapat Rp7 juta, jadi gue juga mau segitu,” lebih baik gunakan hasil riset sebagai dasar pembicaraan.

“Berdasarkan informasi yang saya temukan untuk posisi sejenis, kisarannya berada di sekitar RpX sampai RpY. Dengan mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan kemampuan yang saya miliki, saya berharap bisa berada di kisaran tersebut.”

Dengan begitu, kamu punya alasan yang lebih relevan daripada sekadar membandingkan diri sama orang lain.

13. Jangan Berbohong soal Gaji Sebelumnya

Kalau kamu udah pernah bekerja dan HRD menanyakan gaji sebelumnya, sampaikan informasi yang benar. Kalau penghasilanmu terdiri dari gaji pokok, tunjangan, atau insentif, kamu bisa menjelaskan setiap komponennya secara terpisah.

Contohnya:

“Gaji pokok saya sebelumnya sebesar RpX, di luar tunjangan dan insentif yang mengikuti ketentuan perusahaan.”

Engga perlu menaikkan angka secara sengaja supaya terlihat punya posisi tawar lebih tinggi. Fokus pada pengalaman, kemampuan, dan tanggung jawab yang relevan dengan pekerjaan baru.

14. Hindari Jawaban “Terserah Perusahaan”

Jawaban “Saya ikut perusahaan saja” memang terdengar fleksibel, tetapi kalau kamu terus menggunakannya tanpa memberikan gambaran ekspektasi, HRD bisa kesulitan memahami harapanmu.

Lebih baik sampaikan kisaran yang udah kamu pertimbangkan.

“Saya terbuka mengikuti kisaran yang ditetapkan perusahaan. Namun, berdasarkan tanggung jawab posisi dan kemampuan yang saya miliki, saya berharap berada di kisaran RpX sampai RpY.”

Jawaban ini menunjukkan bahwa kamu fleksibel, tetapi tetap punya pertimbangan sendiri.

15. Negosiasi Engga Harus Pakai Nada Menuntut

Negosiasi gaji bukan ajang adu keras suara sama HRD. Kamu boleh menyampaikan harapan, mempertanyakan penawaran, atau meminta penyesuaian tanpa harus bersikap kasar.

Daripada berkata, “Saya engga mau kalau segitu,” kamu bisa memakai kalimat berikut:

  • “Apakah masih memungkinkan untuk menyesuaikan nominal tersebut?”
  • “Apakah ada ruang untuk mendiskusikan kembali kompensasinya?”
  • “Saya berharap bisa berada di angka RpX berdasarkan tanggung jawab posisi ini. Apakah angka tersebut masih memungkinkan untuk dipertimbangkan?”

Kalau penawaran akhirnya tetap belum sesuai, kamu bisa mempertimbangkan kembali apakah pekerjaan tersebut masih cocok dengan kondisi dan prioritasmu.

16. Kapan Waktu yang Tepat untuk Negosiasi?

Pembahasan gaji bisa muncul pada tahap screening awal, interview HR, interview user, atau saat perusahaan memberikan penawaran kerja. Engga semua perusahaan memiliki alur yang sama.

Kalau HRD belum membahas kompensasi pada tahap awal, kamu engga harus memaksakan pembicaraan gaji saat itu juga. Fokus dulu menjelaskan kemampuan dan kesesuaianmu dengan pekerjaan.

Ketika pembahasan kompensasi udah terbuka, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengklarifikasi angka, benefit, dan sistem kerja yang belum kamu pahami.

17. Contoh Jawaban Negosiasi Gaji untuk Kandidat Berpengalaman

Kalau kamu udah memiliki pengalaman kerja yang relevan, kamu bisa menghubungkan ekspektasi gaji sama pengalaman dan tanggung jawab sebelumnya.

“Berdasarkan pengalaman saya selama X tahun di bidang ini dan tanggung jawab yang pernah saya jalankan, saya memiliki ekspektasi gaji di kisaran RpX sampai RpY. Saya juga mempertimbangkan keseluruhan tanggung jawab dan benefit pada posisi yang ditawarkan, sehingga saya tetap terbuka untuk mendiskusikannya.”

Sesuaikan bagian X dengan pengalamanmu yang sebenarnya. Kalau pengalaman sebelumnya kurang berkaitan dengan posisi baru, fokuskan pada keterampilan yang bisa diterapkan pada pekerjaan tersebut.

18. Contoh Jawaban Jika HRD Meminta Satu Angka

Engga semua HRD meminta kisaran. Ada juga yang langsung bertanya, “Kalau harus menyebut satu angka, berapa ekspektasi kamu?”

Kalau menghadapi situasi tersebut, pilih angka yang udah kamu pertimbangkan berdasarkan riset dan kemampuanmu.

“Jika harus menyebut satu angka, ekspektasi saya sekitar Rp5.500.000 per bulan. Saya mempertimbangkan tanggung jawab posisi, kemampuan yang saya miliki, dan informasi kompensasi untuk pekerjaan sejenis. Namun, saya tetap terbuka untuk mendiskusikannya berdasarkan keseluruhan penawaran perusahaan.”

Nominal tersebut hanya contoh. Jangan langsung menggunakannya kalau belum sesuai sama hasil risetmu.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Negosiasi Gaji

  • Engga melakukan riset. Akibatnya, angka yang kamu sebutkan cuma berdasarkan tebakan.
  • Cuma menghitung kebutuhan pribadi. Kebutuhanmu penting, tetapi tetap perlu dibandingkan sama tanggung jawab dan kisaran kompensasi pekerjaan.
  • Terlalu cepat menerima tawaran. Pastikan kamu udah memahami gaji, benefit, dan sistem kerja.
  • Meminta angka tinggi tanpa alasan. Siapkan dasar yang jelas kalau HRD bertanya kenapa kamu memilih nominal tersebut.
  • Mengarang pengalaman atau keterampilan. Jangan mengaku punya kemampuan yang sebenarnya belum kamu kuasai.
  • Cuma melihat gaji pokok. Perhatikan juga tunjangan, insentif, lembur, dan fasilitas lainnya.
  • Mengabaikan sistem kerja. Jadwal shift, target, dan jarak kerja juga bisa memengaruhi keputusanmu.
  • Mengubah negosiasi menjadi ultimatum. Hindari mengancam menolak kalau kamu sendiri belum mempertimbangkan keputusan tersebut secara matang.

Rumus Simpel Menilai Tawaran Kerja

Mimin punya cara sederhana untuk membantu kamu melihat penawaran secara lebih menyeluruh:

Gaji + Benefit + Biaya Kerja + Tanggung Jawab.

Engga perlu menghitungnya dengan rumus yang rumit. Tujuannya supaya kamu engga mengambil keputusan cuma berdasarkan nominal gaji bulanan.

Contohnya, kamu mendapat tawaran Admin dengan gaji Rp5,5 juta, benefit BPJS, dan biaya perjalanan Rp800 ribu per bulan. Kamu juga perlu mengecek apakah tugasnya cuma mengolah data atau mencakup pelayanan pelanggan, stok, dan pekerjaan administratif lainnya.

Bandingkan sama tawaran lain yang mungkin punya gaji berbeda, biaya perjalanan lebih rendah, atau tanggung jawab lebih spesifik. Setelah itu, pertimbangkan mana yang paling sesuai sama kebutuhan, kemampuan, dan prioritasmu.

Pertanyaan yang Bisa Kamu Ajukan kepada HRD

Kalau pembahasan kompensasi udah terbuka, kamu bisa menggunakan beberapa pertanyaan berikut untuk memperjelas penawaran.

  • “Apakah nominal tersebut merupakan gaji pokok atau sudah termasuk tunjangan?”
  • “Apakah posisi ini memiliki insentif atau bonus?”
  • “Bagaimana sistem kerja dan pembagian shift untuk posisi ini?”
  • “Bagaimana perhitungan lembur apabila ada pekerjaan di luar jam kerja?”
  • “Bagaimana ketentuan kompensasi selama masa probation?”
  • “Apakah ada evaluasi atau peninjauan gaji setelah periode tertentu?”

Engga perlu menanyakan semuanya sekaligus. Pilih yang paling relevan dengan posisi dan informasi yang belum dijelaskan oleh HRD.

Kesimpulan

Negosiasi gaji engga harus bikin kamu gugup atau merasa bersalah saat menyebut nominal yang diharapkan. Kuncinya adalah melakukan riset, memahami tanggung jawab pekerjaan, mengenali kemampuan diri sendiri, dan menyiapkan kisaran gaji yang realistis.

Jangan cuma melihat gaji pokok. Pertimbangkan juga benefit, biaya perjalanan, jadwal kerja, lembur, serta tanggung jawab yang bakal kamu jalankan. Kalau penawaran belum sesuai, sampaikan harapanmu secara sopan dan tanyakan apakah masih ada ruang untuk berdiskusi.

Pesan Mimin: Kamu engga perlu datang ke interview dengan gaya kaya mau memenangkan lelang. Cukup siapkan angka yang masuk akal, pahami alasan di baliknya, dan bicarakan secara profesional. Ingat, tujuan negosiasi bukan sekadar mendapatkan gaji setinggi mungkin, tetapi memahami penawaran dan mencari kesepakatan yang sesuai sama kemampuan serta kondisi kamu.

© LOKERTERBARUIND - Mudah Cari Kerja & Naek Level! - All Rights Reserved