Berkas Lamaran Kerja Apa Saja yang Sebaiknya Disiapkan?
1. Surat Lamaran Kerja
“Surat lamaran masih perlu engga, Min?”
Tergantung cara melamarnya, guys. Kalau kamu datang langsung ke perusahaan, surat lamaran biasanya disertakan dan sebaiknya diletakkan paling depan supaya recruiter langsung tahu kamu mau melamar posisi apa.
Kalau melamar lewat email, surat lamaran terpisah engga selalu diperlukan. Body email bisa digunakan sebagai pengantar, terutama kalau perusahaan engga meminta surat lamaran khusus.
2. CV
Kalau yang satu ini, wajib banget kamu siapin.
CV membantu recruiter melihat profil kamu secara singkat, mulai dari pendidikan, pengalaman, sampai skill yang kamu punya.
Pastikan informasi di CV sudah terbaru dan nomor HP atau emailnya masih aktif.
“Kalau gue fresh graduate dan belum punya pengalaman gimana, Min?”
Tenang, engga masalah. Kamu bisa mencantumkan PKL, magang, organisasi, pelatihan, kegiatan, atau pengalaman lain yang memang pernah kamu jalani dan relevan dengan posisi yang dilamar.
3. Fotokopi KTP
KTP udah jelas pasti diminta sebagai kartu identitas yang umum dimiliki seseorang, mau urusan administrasi apapun, KTP ini udah pasti dibutuhin. Bayangin aja kalian lamar kerja tanpa KTP, pasti dong HRD bingung ini orang yang ngelamar hantu atau manusia sih? masa gada identitasnya.
4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
KK juga kadang diminta sebagai dokumen administrasi. Engga selalu diperlukan, jadi kirim kalau memang diminta perusahaan.
Karena isinya ada banyak data pribadi, pastikan kamu hanya memberikannya kepada pihak rekrutmen yang bisa dipercaya.
5. Fotokopi NPWP
Kalau kamu sudah punya NPWP, boleh disiapkan salinannya dalam folder dokumen lamaran.
Tapi sama seperti dokumen lainnya, engga perlu dikirim kalau perusahaan memang engga memintanya.
6. Fotokopi Ijazah Terakhir
Ijazah digunakan untuk menunjukkan pendidikan terakhir kamu. Siapkan salinannya dan pastikan tulisannya masih jelas.
Kalau kamu fresh graduate dan ijazahnya belum keluar, beberapa perusahaan bisa menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) sebagai pengganti, tergantung kebijakan perusahaan.
7. Fotokopi Transkrip Nilai
Transkrip nilai biasanya digunakan untuk melihat riwayat nilai pendidikan kamu.
Dokumen ini bisa menjadi penting kalau lowongan mencantumkan jurusan atau IPK tertentu sebagai persyaratan.
8. Fotokopi Sertifikat Pelatihan atau Keahlian
Punya sertifikat yang relevan? Jangan cuma disimpan di galeri terus dilupakan. 😄
Kamu bisa menyiapkan salinannya, misalnya sertifikat Microsoft Office, komputer, bahasa, barista, kompetensi, atau pelatihan kerja lainnya.
Tapi pilih yang memang relevan dengan posisi yang kamu lamar, engga perlu semua sertifikat dimasukin.
9. Surat Keterangan Kerja, Paklaring, Magang, atau PKL
Kalau sebelumnya pernah bekerja, paklaring atau surat keterangan kerja bisa menjadi bukti pengalaman kamu.
Sementara kalau kamu fresh graduate, surat keterangan magang atau PKL juga bisa menjadi dokumen pendukung.
Jadi, guys, engga semua dokumen di atas harus selalu dikirim setiap kali melamar. Baca dulu persyaratan lowongannya, terus siapkan dokumen yang memang diminta.
Yang penting, punya satu folder khusus berisi berkas lamaran. Jadi pas nemu lowongan yang cocok, kamu engga perlu panik sambil ngomong, “Lah, ijazah gue taruh mana, ya?” 😄
10. Fotokopi Surat Keterangan Dokter / Surat Sehat
Surat keterangan sehat dapat menjadi salah satu dokumen administrasi yang diminta perusahaan.
Dokumen ini biasanya menunjukkan bahwa kamu telah melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan administrasi yang ditentukan.
Karena masa berlaku atau kebutuhan surat sehat dapat berbeda, sebaiknya jangan membuatnya terlalu jauh sebelum benar-benar diperlukan jika perusahaan menetapkan batas waktu tertentu.
11. Fotokopi SKCK
SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian dapat diminta oleh perusahaan tertentu sebagai bagian dari persyaratan administrasi.
Namun, SKCK bukan berarti otomatis wajib untuk setiap lowongan kerja.
Kalau kamu sudah memilikinya dan masih berlaku sesuai kebutuhan perusahaan, simpan salinannya agar mudah digunakan ketika diperlukan.
12. Pas Foto
Siapkan beberapa pas foto dengan ukuran yang umum digunakan untuk kebutuhan administrasi.
Pastikan foto terlihat jelas dan layak digunakan untuk kebutuhan profesional.
Jika perusahaan meminta ukuran atau latar tertentu, ikuti ketentuan yang diberikan.
Urutan Berkas Lamaran Kerja yang Bisa Kamu Gunakan
Kalau kamu melamar secara langsung/offline dan perusahaan meminta berkas dalam bentuk satu paket, mimin menyarankan kamu menyusunnya secara rapi dengan urutan berikut:
- Surat Lamaran Kerja
- CV
- Fotokopi KTP
- Fotokopi KK
- Fotokopi NPWP
- Fotokopi Kartu/Sertifikat Vaksin
- Fotokopi Ijazah Terakhir
- Fotokopi Transkrip Nilai
- Fotokopi Sertifikat Pelatihan/Keahlian
- Fotokopi Surat Keterangan Kerja/Paklaring/Magang/PKL
- Fotokopi Surat Keterangan Dokter/Surat Sehat
- Fotokopi SKCK
- Pas Foto
Urutan ini bisa kamu jadikan patokan praktis ketika menyiapkan satu map lamaran kerja. Dengan susunan seperti ini, dokumen utama berada di bagian depan, kemudian dilanjutkan dengan dokumen identitas, pendidikan, pengalaman, sertifikat, dan dokumen pendukung lainnya.
Kalau Melamar Secara Online, Bagaimana?
Untuk lamaran online, terutama melalui email, kamu tidak perlu mengirim semua dokumen di atas secara otomatis.
Gunakan daftar tersebut sebagai persiapan dokumen, kemudian sesuaikan file yang dikirim dengan cara dan persyaratan yang diberikan perusahaan.
Yang paling utama untuk lamaran online biasanya adalah:
- CV
- Body email sebagai pengantar lamaran
- Dokumen pendukung lain yang diminta perusahaan
Jika perusahaan meminta ijazah, transkrip, SKCK, atau dokumen lainnya, kamu tinggal mengirimkan dokumen tersebut sesuai instruksi.
Untuk lamaran online, kamu tidak wajib membuat surat lamaran kerja terpisah apabila body email sudah digunakan sebagai pengantar dan perusahaan tidak meminta surat lamaran khusus.
Bagaimana Jika Perusahaan Meminta Berkas Lengkap?
Kalau dalam lowongan tertulis “kirim berkas lamaran lengkap”, jangan langsung bingung.
Kamu sudah bisa menggunakan checklist di atas sebagai dasar untuk mempersiapkan dokumen.
Siapkan berkas yang kamu miliki, seperti:
Surat lamaran → CV → KTP → KK → NPWP → dokumen vaksin → ijazah → transkrip → sertifikat keahlian → bukti pengalaman kerja/magang/PKL → surat sehat → SKCK → pas foto.
Setelah itu, periksa kembali apakah ada dokumen yang secara khusus diminta atau justru tidak diperlukan dalam lowongan tersebut.
Kenapa Mimin Menyarankan Menyiapkan Berkas dari Awal?
Karena kesempatan melamar kerja terkadang datang tanpa banyak waktu untuk persiapan.
Misalnya hari ini kamu menemukan informasi lowongan yang sesuai dan pendaftarannya hanya dibuka dalam waktu singkat. Kalau semua dokumen sudah tersedia, kamu tinggal menyesuaikan CV dan mengirim lamaran.
Sebaliknya, kalau baru mulai mencari KTP, ijazah, SKCK, surat sehat, atau dokumen lainnya setelah menemukan lowongan, prosesnya bisa menjadi lebih lama.
Jadi, menyiapkan berkas bukan berarti kamu harus mengirim semuanya ke setiap perusahaan. Kamu hanya sedang mempersiapkan diri supaya ketika ada kesempatan, kamu tidak kelabakan.
Hal yang Jangan Sampai Kamu Lakukan
- Jangan mengirim dokumen dengan data yang tidak benar.
- Jangan mengirim file yang buram atau sulit dibaca.
- Jangan menggunakan CV yang sudah tidak diperbarui.
- Jangan salah menulis nama perusahaan atau posisi.
- Jangan mengirim dokumen pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
- Jangan mengabaikan instruksi khusus dari perusahaan.
- Jangan mengirim file berukuran terlalu besar jika ada batas ukuran.
- Jangan memasukkan dokumen secara acak jika perusahaan meminta urutan tertentu.
Disclaimer Penting Tentang Kelengkapan Berkas
Daftar kelengkapan berkas di atas merupakan panduan umum untuk membantu kamu mempersiapkan dokumen yang umumnya dapat diperlukan dalam proses melamar kerja. Berkas tersebut tidak otomatis menjadi persyaratan wajib di setiap perusahaan.
Setiap perusahaan memiliki kebijakan dan tahapan rekrutmen yang berbeda. Karena itu, selalu perhatikan persyaratan pada informasi lowongan yang kamu lamar.
Kelengkapan berkas juga bukan jaminan kamu pasti dipanggil interview atau diterima bekerja. Namun, menyiapkan dokumen yang relevan dan lengkap dapat membantu kamu lebih siap ketika perusahaan membutuhkan dokumen tersebut dalam proses administrasi dan seleksi.
Untuk lamaran online melalui email, kamu tidak wajib mengirim surat lamaran kerja dalam bentuk file terpisah apabila perusahaan tidak memintanya, karena body email dapat digunakan sebagai pengantar lamaran. Jika perusahaan secara khusus meminta surat lamaran, tetap siapkan dan kirim sesuai instruksi.
Kesimpulan
Kalau kamu sedang aktif mencari kerja, mimin menyarankan jangan menunggu sampai ada panggilan atau menemukan lowongan baru kemudian menyiapkan dokumen.
Siapkan berkas lamaran dari sekarang.
Minimal, pastikan kamu sudah memiliki CV terbaru dan salinan dokumen penting seperti KTP, KK, ijazah, transkrip, sertifikat yang relevan, serta dokumen pendukung lain yang memang kamu miliki.
Untuk lamaran offline, kamu bisa menggunakan urutan:
Surat Lamaran → CV → KTP → KK → NPWP → Kartu/Sertifikat Vaksin → Ijazah → Transkrip → Sertifikat Keahlian → Paklaring/Magang/PKL → Surat Sehat → SKCK → Pas Foto.
Sementara untuk lamaran online, sesuaikan dokumen yang dikirim dengan instruksi perusahaan dan gunakan body email sebagai pengantar apabila surat lamaran terpisah tidak diminta.
Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi bingung setiap kali menemukan lowongan baru. Berkas sudah siap, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan posisi dan perusahaan yang kamu lamar.

0 Komentar