1. Kirim Lamaran pada Hari dan Jam Kerja
Kalau perusahaan meminta CV dikirim melalui email, biasakan mengirimnya pada hari dan jam kerja.
Patokan sederhananya adalah:
Senin–Jumat, sekitar pukul 08.00–16.00.
Jika ingin memilih waktu yang lebih ideal, pagi hingga menjelang siang, misalnya pukul 08.00–11.00, bisa menjadi pilihan yang baik.
Kenapa? Karena email lamaran merupakan komunikasi resmi dengan perusahaan, bukan chat pribadi yang bisa dikirim kapan saja tanpa mempertimbangkan waktu.
Kalau kamu menemukan lowongan pada Minggu malam, misalnya, kamu bisa menyiapkan CV dan email terlebih dahulu, kemudian mengirimkannya pada Senin pagi.
Namun, jika lowongan memiliki batas waktu pendaftaran tertentu, tetap utamakan batas waktu yang diberikan perusahaan agar kamu tidak kehilangan kesempatan.
💡 BACA JUGA!
2. Jangan Asal Mengirim CV
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pencari kerja adalah mengirim CV yang sama ke semua perusahaan, padahal posisi yang dibutuhkan bisa berbeda.
Kalau kamu melamar Admin, tampilkan kemampuan seperti:
- Microsoft Office
- Pengolahan data
- Administrasi dokumen
- Pengarsipan
- Ketelitian
Sementara jika melamar Operator Produksi, kamu bisa lebih menonjolkan pengalaman atau kemampuan yang berkaitan dengan:
- Proses produksi
- Packing
- Target kerja
- Kedisiplinan
- Keselamatan kerja
- Kerja tim
Kamu tidak harus membuat CV dari nol setiap kali melamar. Cukup pastikan informasi yang paling relevan dengan posisi tersebut terlihat jelas.
💡 BACA JUGA SEPUTAR CV!
- Contoh Keahlian yang Sebaiknya Ada di CV Saat Melamar Operator Produksi untuk Fresh Graduate
- Contoh Keahlian yang Sebaiknya Ada di CV Saat Melamar Crew Store untuk Fresh Graduate
- Contoh Keahlian yang Sebaiknya Ada di CV Saat Melamar Admin untuk Fresh Graduate
- Contoh Keahlian yang Sebaiknya Ada di CV Saat Melamar Crew Restaurant untuk Fresh Graduate
3. Buat Subjek Email yang Profesional
Jangan mengirim email dengan subjek kosong atau hanya menulis “Lamaran Kerja”. Recruiter perlu mengetahui isi email kamu dengan mudah.
Jika perusahaan tidak memberikan format khusus, kamu bisa menggunakan:
Lamaran Kerja – Admin – Nama Lengkap
Atau:
Lamaran Operator Produksi – Nama Lengkap
Tetapi kalau perusahaan sudah menentukan format subjek, ikuti aturan yang mereka berikan. Jangan mengganti format tersebut hanya karena kamu mempunyai template sendiri.
4. Isi Email Tidak Perlu Panjang
Kamu tidak perlu menulis cerita panjang mengenai alasan ingin bekerja di perusahaan tersebut.
Email lamaran cukup berisi perkenalan singkat, posisi yang dilamar, dan informasi mengenai dokumen yang kamu lampirkan.
Yang penting adalah sopan, jelas, dan langsung ke tujuan.
Hindari juga mengirim email kosong yang hanya berisi lampiran CV.
Contoh sederhananya:
Yth. Tim Rekrutmen,
Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya bermaksud mengajukan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] sesuai dengan informasi lowongan yang tersedia.
Bersama email ini saya lampirkan CV sebagai bahan pertimbangan. Saya siap mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan perusahaan.
Terima kasih atas waktu dan perhatiannya.
5. Gunakan Nama File CV yang Jelas
Hindari mengirim file dengan nama seperti:
- CVbaru.pdf
- CVfix.pdf
- CVfixbanget.pdf
Gunakan nama file yang lebih mudah dikenali, misalnya:
CV_NamaLengkap_Admin.pdf
atau:
CV_NamaLengkap_OperatorProduksi.pdf
Kalau perusahaan meminta format nama file tertentu, ikuti instruksi tersebut.
6. Pastikan CV Tidak Terlalu Ramai
Tujuan CV adalah membantu recruiter memahami siapa kamu dan apa yang bisa kamu tawarkan untuk posisi tersebut.
Tidak perlu memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Prioritaskan informasi seperti:
- Profil singkat
- Pendidikan
- Pengalaman kerja
- Keahlian
- Sertifikat yang relevan
- Kontak yang bisa dihubungi
Buat desain yang rapi dan pastikan tulisan mudah dibaca.
Untuk fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman kerja, jangan merasa CV kamu otomatis kurang menarik. Kamu bisa memasukkan pengalaman PKL, organisasi, kegiatan sekolah, freelance, proyek, atau pengalaman lain yang relevan, selama ditulis dengan jujur.
💡 BACA JUGA!
7. Jangan Lupa Mengecek Lampiran
Ini kesalahan sederhana yang cukup sering terjadi. Kamu sudah membuat email dengan rapi, tetapi ternyata lupa memasukkan CV.
Sebelum klik Kirim, lakukan pengecekan singkat:
- Nama perusahaan benar
- Posisi yang dilamar benar
- Alamat email tujuan benar
- Subjek email benar
- Isi email sudah sesuai
- CV sudah terlampir
- File bisa dibuka
- Nomor WhatsApp masih aktif
Luangkan waktu sebentar untuk mengecek semuanya. Lebih baik menghabiskan dua menit untuk memeriksa daripada baru menyadari kesalahan setelah email terkirim.
💡 BACA JUGA!
Yang Sering Dilupakan Saat Melamar ke PT Besar
“Min, kalau udah nemu lowongan PT besar di Instagram atau website loker, tinggal kirim CV aja kan?”
Nah, engga selalu, guys. Jangan cuma fokus pada cara kirim CV, tapi pastikan juga lowongannya memang resmi dan masih tersedia.
Kalau kamu menemukan info lowongan dari media sosial atau website loker, coba cek lagi ke website resmi perusahaan atau kanal rekrutmennya. Kalau perusahaan mengarahkan pendaftaran lewat website tertentu, ya ikuti jalur tersebut. Jangan malah kirim CV ke email random yang engga jelas. Nanti bukannya dipanggil interview, malah bikin kita bertanya-tanya, “Ini CV gue nyasar ke mana, ya?” 😄
Terus, satu hal yang wajib banget diingat: rekrutmen kerja yang resmi engga meminta uang sebagai syarat agar kamu diterima. Kalau ada yang minta biaya administrasi, uang jaminan, atau pembayaran lainnya dengan janji pasti diterima kerja, kamu wajib waspada.
Jadi, sebelum kirim CV, cek lowongannya, cek sumbernya, dan pastikan jalur pendaftarannya benar. Jangan sampai karena terlalu semangat cari kerja, kita malah lupa memastikan siapa yang sedang kita kirimi lamaran.
Jadi, Bagaimana Supaya Lamaran ke PT Bonafit Lebih Berpeluang Diperhatikan?
“Min, jadi sebenarnya harus kirim lamaran jam berapa biar cepat dipanggil?”
Nah, ini yang sering bikin kita sibuk cari “jam rahasia HRD”. 😄 Padahal, engga ada jam tertentu yang bisa menjamin CV kamu pasti lolos.
Mimin sederhanakan aja:
Kirim di hari dan jam kerja → gunakan CV yang relevan → ikuti format perusahaan → tulis email dengan sopan → lampirkan dokumen dengan benar → cek lagi sebelum kirim.
Kalau setelah kirim CV belum ada panggilan, jangan langsung mikir kamu salah kirim di jam yang engga tepat. Bisa aja perusahaan masih seleksi, pelamarnya banyak, atau kualifikasinya belum sesuai.
Jadi, fokus ke hal yang memang bisa kamu kontrol: buat lamaran yang rapi, relevan, dan sesuai aturan perusahaan. Setelah itu, jangan cuma menunggu. Evaluasi lamaranmu dan lanjut cari kesempatan lainnya.
Karena melamar ke PT besar bukan soal kirim CV sebanyak-banyaknya, tapi bagaimana setiap lamaran yang kamu kirim benar-benar sesuai dengan posisi dan kebutuhan perusahaan.
