TRENDING!

Mau Kerja di Bidang HR? Ketahui Perbedaan HRD, HR GA, HRIS, HR Recruitment, HR Personalia


Kamu lagi cari peluang karir di bidang HR? Tapi masih belum paham dengan job desc HRD, HR GA, HRIS, HR Recruitment, dan HR Personalia, sebenarnya apa sih yang membedakan?

Kalau dilihat sekilas, semuanya memang sama-sama berhubungan dengan karyawan. Tapi ketika kamu mulai membaca lowongannya satu per satu, ternyata pekerjaan yang dilakukan bisa cukup berbeda.

Misalnya, ada lowongan HR Recruitment yang banyak berhubungan dengan screening CV dan interview kandidat. Di sisi lain, ada HR Personalia yang lebih banyak berkutat dengan data karyawan, absensi, kontrak, dan administrasi kepegawaian. Lalu ada HRIS yang lebih dekat dengan sistem dan pengelolaan data HR, sementara HR GA bisa menggabungkan pekerjaan HR dengan kebutuhan operasional umum perusahaan.

Belum lagi istilah HRD yang penggunaannya cukup luas. Di satu perusahaan bisa menjadi nama departemen, sedangkan di perusahaan lain bisa muncul sebagai nama posisi dengan job desc yang lebih beragam.

Di sinilah banyak fresh graduate mulai bingung. Kalau kamu suka ketemu orang, apakah harus masuk Recruitment? Kalau lebih suka Excel dan mengurus data, apakah Personalia atau HRIS? Kalau ingin belajar banyak fungsi HR sekaligus, apakah HRD lebih cocok?

Daripada hanya menghafalkan kepanjangannya, Mimin akan mengajak kamu membedah apa yang sebenarnya dikerjakan masing-masing posisi, bagaimana perbedaannya, skill apa yang dibutuhkan, dan tipe pekerjaan seperti apa yang mungkin lebih cocok dengan kemampuanmu.

Karena saat mencari kerja, yang perlu kamu cari bukan sekadar lowongan yang judulnya mengandung kata “HR”. Kamu juga perlu tahu apa yang akan kamu kerjakan setelah diterima.


Gambaran Singkat Perbedaan HRD, HR GA, HRIS, HR Recruitment, dan HR Personalia

Posisi/Fungsi Fokus Utama Contoh Pekerjaan
HRD Pengelolaan SDM secara luas Rekrutmen, pengembangan, administrasi, hubungan karyawan, kebijakan HR, dan fungsi SDM lainnya sesuai struktur perusahaan.
HR GA HR + General Affairs Administrasi karyawan sekaligus kebutuhan fasilitas dan operasional umum perusahaan.
HRIS Sistem dan data HR Pengelolaan sistem HR, database karyawan, workflow, absensi, data, dan dukungan sistem sesuai aplikasi yang digunakan perusahaan.
HR Recruitment Mencari dan menyeleksi kandidat Posting lowongan, sourcing, screening CV, interview awal, koordinasi proses seleksi, dan komunikasi kandidat.
HR Personalia Administrasi kepegawaian Data karyawan, absensi, cuti, kontrak, surat-menyurat, administrasi benefit, dan dokumen kepegawaian.

Catatan penting: tabel tersebut merupakan gambaran umum fungsi. Pembagian tugas sebenarnya dapat berbeda antarperusahaan.

1. HRD Itu Sebenarnya Kerja Apa?

Istilah HRD di Indonesia sering digunakan untuk menyebut bagian yang mengelola sumber daya manusia perusahaan. Namun, penggunaannya tidak selalu berarti satu jenis pekerjaan yang spesifik.

Dalam satu perusahaan, HRD bisa menjadi nama departemen yang menaungi beberapa fungsi. Di perusahaan lain, HRD bisa digunakan sebagai nama posisi atau jabatan.

Karena itu, ketika kamu melihat lowongan HRD Staff, jangan langsung mengira tugasnya hanya mengembangkan karyawan.

Jobdesk-nya bisa mencakup beberapa fungsi HR, misalnya:

  • Administrasi data karyawan.
  • Recruitment dan seleksi.
  • Onboarding karyawan baru.
  • Administrasi kontrak.
  • Absensi dan cuti.
  • Koordinasi pelatihan.
  • Pengelolaan evaluasi kinerja.
  • Hubungan dengan karyawan.

Semakin besar organisasi, fungsi-fungsi tersebut biasanya dapat dibagi menjadi posisi yang lebih spesifik.

Jadi, kalau kamu melihat istilah HRD, anggap dulu sebagai istilah yang relatif luas. Setelah itu, baca jobdesk untuk mengetahui sebenarnya perusahaan tersebut membutuhkan HR dengan fokus apa.

2. HR GA Itu Apa?

HR GA biasanya merupakan gabungan dari Human Resources dan General Affairs.

Kalau HR berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia, General Affairs atau GA lebih berkaitan dengan kebutuhan umum dan dukungan operasional perusahaan.

Ketika dua fungsi tersebut digabung, satu posisi dapat menangani urusan karyawan sekaligus kebutuhan operasional kantor.

Sisi HR Sisi GA
Data dan administrasi karyawan Fasilitas kantor
Recruitment sesuai kebutuhan Koordinasi vendor
Absensi dan cuti ATK dan kebutuhan umum
Administrasi kontrak Perawatan fasilitas dan aset tertentu

Contoh pekerjaan GA dapat berkaitan dengan fasilitas kantor, kendaraan operasional, vendor, keamanan, kebersihan, perlengkapan kantor, hingga kebutuhan operasional umum, tergantung struktur perusahaan.

Karena itu, jangan melamar HR GA kalau kamu hanya ingin mengerjakan recruitment. Baca jobdesk-nya terlebih dahulu. Bisa saja porsi GA dalam pekerjaan tersebut cukup besar.

3. HRIS Itu Apa? Apakah Ini Posisi HR atau IT?

Ini salah satu istilah yang paling sering membuat fresh graduate bingung.

HRIS adalah singkatan dari Human Resources Information System.

Sederhananya, HRIS adalah sistem yang digunakan untuk membantu pengelolaan informasi dan proses HR secara digital.

HRIS dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, tergantung sistem yang digunakan perusahaan, misalnya:

  • Database karyawan.
  • Data absensi.
  • Cuti dan izin.
  • Workflow administrasi.
  • Data organisasi.
  • Informasi payroll atau komponen terkait, sesuai sistem.
  • Pelaporan dan analisis data HR.

Namun, HRIS bukan berarti otomatis sama dengan IT.

Jika perusahaan membuka posisi HRIS Staff/Specialist, pekerjaannya dapat berada di antara kebutuhan HR dan sistem teknologi. Orang yang mengisi fungsi ini perlu memahami proses HR sekaligus memahami bagaimana proses tersebut dijalankan melalui sistem.

Dalam praktiknya, HRIS juga dapat berkoordinasi dengan tim IT atau vendor aplikasi ketika terdapat masalah teknis atau kebutuhan integrasi sistem.

Contoh Sederhana Pekerjaan HRIS

Misalnya perusahaan menggunakan sistem absensi digital.

Seorang karyawan mengalami masalah data absensi. HRIS dapat membantu memeriksa data, memastikan workflow atau konfigurasi berjalan sesuai ketentuan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait jika terdapat masalah sistem.

Jadi, pekerjaan HRIS bukan sekadar “input data”. Ada unsur data, sistem, proses HR, ketelitian, dan koordinasi.

4. HR Recruitment Itu Kerja Apa?

Kalau kamu suka berkomunikasi dengan orang, membaca CV, mencari kandidat, dan mengikuti proses seleksi, HR Recruitment bisa menjadi salah satu bidang yang menarik untuk dipelajari.

Recruitment atau talent acquisition berfokus pada proses mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Aktivitasnya dapat meliputi:

Tahap Gambaran Pekerjaan
Manpower Request Memahami kebutuhan tenaga kerja dari user atau departemen terkait.
Posting Lowongan Mempublikasikan kebutuhan kandidat melalui kanal rekrutmen yang digunakan perusahaan.
Sourcing Mencari kandidat melalui database, platform lowongan, jaringan profesional, atau kanal lainnya.
Screening Menilai kesesuaian CV dan kualifikasi kandidat dengan kebutuhan posisi.
Interview Melakukan atau mengoordinasikan proses wawancara sesuai tahapan perusahaan.
Follow-up Berkomunikasi dengan kandidat dan user terkait perkembangan proses seleksi.

Jadi, anggapan bahwa “Recruitment cuma interview orang” kurang tepat.

Recruitment memiliki rangkaian proses yang cukup panjang, bahkan sebelum kandidat bertemu interviewer.

5. HR Personalia Itu Apa?

Personalia lebih dekat dengan fungsi administrasi kepegawaian.

Kalau recruitment berfokus pada mendapatkan orang baru, personalia banyak berurusan dengan administrasi orang yang sudah menjadi bagian dari perusahaan.

Contoh pekerjaan personalia dapat mencakup:

  • Mengelola data karyawan.
  • Mengelola dokumen kepegawaian.
  • Administrasi kontrak kerja.
  • Absensi dan cuti.
  • Administrasi mutasi atau perubahan status tertentu.
  • Administrasi BPJS sesuai kewenangan perusahaan.
  • Menyiapkan surat atau dokumen kepegawaian.
  • Mendukung proses payroll atau menyiapkan data yang dibutuhkan untuk payroll.

Fokus tersebut membuat pekerjaan personalia membutuhkan ketelitian yang tinggi.

Bayangkan jika tanggal mulai kerja, status kontrak, data absensi, atau dokumen karyawan salah. Kesalahan administratif bisa berdampak pada proses HR berikutnya.

Karena itu, orang yang menyukai pekerjaan terstruktur, pengolahan data, dokumen, dan pekerjaan administratif biasanya dapat mempertimbangkan jalur personalia.


HRD vs HR Recruitment vs Personalia: Jangan Sampai Tertukar

Ketiganya sama-sama berhubungan dengan HR, tetapi titik fokusnya berbeda.

Aspek HRD Recruitment Personalia
Fokus Pengelolaan SDM secara luas Pencarian dan seleksi kandidat Administrasi kepegawaian
Berhubungan dengan Karyawan dan organisasi Kandidat dan hiring manager Karyawan dan dokumen HR
Contoh aktivitas Administrasi, recruitment, development, employee relations Sourcing, screening, interview, follow-up Data, absensi, kontrak, surat, administrasi benefit
Skill penting Komunikasi, administrasi, analisis, pemahaman HR Komunikasi, screening, sourcing, interview Excel, ketelitian, administrasi, pengelolaan dokumen


HR GA vs Personalia: Mirip, Tapi Tidak Sama

Ini juga cukup sering membingungkan pencari kerja.

Personalia fokus pada administrasi kepegawaian, sedangkan HR GA memiliki cakupan tambahan berupa General Affairs.

Contohnya:

Aktivitas Personalia HR GA
Data karyawan
Administrasi kontrak
Absensi/cuti Bisa
Pengelolaan fasilitas kantor
Koordinasi vendor umum

Tanda “bisa” di tabel bukan berarti semua perusahaan membagi pekerjaan seperti itu. Justru ini alasan kenapa kamu harus membaca jobdesk secara detail.


HRIS vs HR Personalia: Sama-Sama Mengurus Data?

Sekilas memang terlihat mirip.

Personalia membutuhkan data karyawan. HRIS juga berhubungan dengan data karyawan. Lalu apa bedanya?

Perbedaannya lebih mudah dipahami dari sudut pandang proses versus sistem.

Personalia: fokus pada proses dan administrasi kepegawaian.

HRIS: fokus pada sistem yang membantu menjalankan, mengelola, dan menyediakan data/proses HR secara digital.

Dalam praktiknya, keduanya tetap dapat bekerja sama.

Misalnya ada perubahan status karyawan. Personalia dapat menangani proses administrasinya, sedangkan HRIS memastikan data atau workflow dalam sistem diperbarui sesuai proses perusahaan.


Kalau Mau Masuk HR, Skill Apa yang Harus Dipelajari?

Jangan langsung berpikir bahwa untuk masuk HR kamu harus menguasai semuanya.

Mulailah dari skill dasar, kemudian sesuaikan dengan jalur yang kamu pilih.

Jalur Skill yang Bisa Dipelajari
HR Generalist/HRD Administrasi HR, komunikasi, employee relations, recruitment, dasar ketenagakerjaan, Excel.
HR Recruitment Sourcing kandidat, screening CV, interview dasar, komunikasi, database kandidat.
Personalia Microsoft Excel, administrasi dokumen, data entry, ketelitian, administrasi kepegawaian.
HRIS Excel, pengolahan data, pemahaman proses HR, HR software, troubleshooting dasar, analisis data.
HR GA Administrasi, koordinasi vendor, facility management dasar, komunikasi, pengadaan, dan pengelolaan aset sesuai kebutuhan perusahaan.


Apakah Fresh Graduate Bisa Masuk ke Bidang HR?

Bisa, tetapi pilih lowongannya dengan cermat.

Banyak perusahaan memiliki posisi entry-level seperti HR Staff, HR Admin, Recruitment Staff, Recruitment Intern, HRGA Staff, atau posisi administrasi HR. Persyaratan pendidikan dan pengalaman berbeda-beda pada setiap perusahaan.

Kalau kamu belum punya pengalaman kerja formal, jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu tidak cocok.

Coba lihat pengalaman yang sudah kamu miliki.

  • Pernah menjadi panitia kegiatan sekolah atau kampus?
  • Pernah mengurus data peserta?
  • Pernah menjadi admin organisasi?
  • Pernah melakukan recruitment anggota organisasi?
  • Pernah membuat jadwal atau rekap data?
  • Pernah menggunakan Excel?
  • Pernah mengelola dokumen?
  • Pernah melakukan komunikasi dengan banyak orang?

Pengalaman tersebut tidak boleh diubah menjadi pengalaman HR profesional jika memang bukan. Tetapi pengalaman yang benar-benar pernah kamu lakukan dapat dijelaskan sebagai bukti skill yang relevan.


Contoh Skill Fresh Graduate yang Bisa Masuk CV HR

Misalnya kamu pernah menjadi panitia organisasi dan bertanggung jawab mengumpulkan data anggota.

Daripada hanya menulis:

“Panitia acara sekolah.”

Kamu bisa menjelaskan pengalaman sebenarnya dengan lebih informatif:

“Mengelola pendataan peserta kegiatan dan melakukan koordinasi dengan anggota tim untuk memastikan informasi peserta tercatat sesuai kebutuhan acara.”

Kalimat tersebut tidak membuat pengalamanmu terlihat seolah-olah sebagai pekerjaan HR, tetapi menunjukkan administrasi data, koordinasi, dan ketelitian.


Kalau Kamu Suka Apa, Pilih HR yang Mana?

Bagian ini mungkin lebih membantu daripada sekadar menghafalkan perbedaan jabatan.

Kalau Kamu Lebih Suka... Jalur yang Bisa Dipertimbangkan Alasannya
Bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang HR Recruitment Banyak berhubungan dengan kandidat dan user.
Mengurus dokumen dan data Personalia/HR Admin Pekerjaan banyak berkaitan dengan administrasi kepegawaian.
Suka Excel, sistem, dan data HRIS Berhubungan dengan sistem dan pengelolaan data HR.
Suka pekerjaan HR sekaligus operasional kantor HR GA Cakupan dapat mencakup HR dan General Affairs.
Ingin memahami berbagai fungsi HR HR Generalist/HRD Cakupan pekerjaan dapat lebih luas, tergantung struktur perusahaan.

Tapi ingat: tabel ini bukan aturan bahwa seseorang pasti cocok dengan posisi tertentu. Ini hanya cara sederhana untuk membantu kamu membaca karakter pekerjaan berdasarkan fokusnya.


Apakah HR Harus Lulusan Psikologi atau Manajemen?

Tidak ada satu latar belakang pendidikan yang otomatis berlaku untuk semua lowongan HR.

Persyaratan pendidikan ditentukan oleh perusahaan dan posisi yang dibuka. Beberapa lowongan mungkin meminta Psikologi, Manajemen, Hukum, Administrasi, atau bidang terkait. Ada juga posisi yang memberikan persyaratan lebih terbuka.

Karena itu, jangan menggunakan aturan sederhana seperti:

“Kalau bukan lulusan Psikologi berarti tidak bisa kerja HR.”

Kalimat tersebut terlalu menyederhanakan kondisi di lapangan.

Yang lebih tepat adalah lihat persyaratan pendidikan pada lowongan yang kamu incar, lalu cocokkan dengan skill dan pengalamanmu.

Skill Excel Penting untuk Kerja HR?

Excel sangat berguna untuk banyak pekerjaan HR yang berhubungan dengan data dan administrasi.

Tingkat penggunaannya tentu berbeda berdasarkan posisi.

Untuk pemula, kamu dapat mulai dari:

  • Sorting dan filtering data.
  • Format tabel.
  • SUM.
  • COUNT dan COUNTA.
  • IF.
  • SUMIF/COUNTIF.
  • AVERAGE.
  • VLOOKUP atau fungsi pencarian yang relevan.
  • Pengelolaan database sederhana.
  • Pembuatan laporan sederhana.

Kalau kamu ingin masuk HRIS, kemampuan mengolah data dan memahami alur proses HR dapat menjadi nilai tambah yang semakin relevan.


Apakah HR Recruitment Harus Jago Bicara?

Kemampuan komunikasi memang penting, tetapi jago bicara saja tidak cukup.

Recruiter juga perlu mampu memahami kebutuhan posisi, membaca kualifikasi kandidat, mencatat informasi, menjaga komunikasi dengan kandidat, dan berkoordinasi dengan user.

Jadi, kalau kamu merasa tidak terlalu pandai berbicara di depan banyak orang, bukan berarti kamu otomatis tidak cocok dengan recruitment.

Yang perlu dikembangkan adalah komunikasi profesional dan kemampuan bertanya secara terstruktur.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Fresh Graduate Saat Melamar HR

1. Menganggap semua pekerjaan HR sama

HR Recruitment dan Personalia sama-sama berhubungan dengan karyawan, tetapi aktivitas hariannya bisa sangat berbeda.

2. Hanya membaca judul lowongan

Judul “HR Staff” belum cukup untuk mengetahui pekerjaan sebenarnya.

Baca job description.

3. Mengaku menguasai HRIS padahal hanya pernah menggunakan Excel

Excel dan HRIS memang sama-sama dapat digunakan untuk mengelola data, tetapi keduanya bukan hal yang sama.

4. Menulis “Recruitment” tanpa pernah menjelaskan pengalaman relevan

Kalau kamu pernah membantu mencari anggota organisasi atau mengelola data peserta, ceritakan pengalaman tersebut secara jujur. Jangan mengubahnya menjadi pengalaman kerja recruiter.

5. Mengabaikan kemampuan administrasi

Banyak pekerjaan HR membutuhkan ketelitian administrasi. Komunikasi saja tidak cukup.

💡TIPS MIMIN: Cara Membaca Lowongan HR Sebelum Melamar

Sebelum klik tombol Apply, coba lakukan pemeriksaan sederhana ini.

Yang Dicek Pertanyaan untuk Kamu
Nama posisi Ini HR Generalist, Recruitment, Personalia, HRIS, atau HRGA?
Jobdesk Aktivitas hariannya lebih banyak berhubungan dengan apa?
Skill Apakah skill yang diminta sudah kamu miliki atau bisa kamu pelajari?
Pendidikan Apakah jurusan dan tingkat pendidikanmu sesuai?
Pengalaman Fresh graduate diterima atau perusahaan meminta pengalaman tertentu?
Lokasi Apakah kamu siap dengan lokasi dan pola kerja yang ditawarkan?


Jadi, Mana yang Paling Cocok untuk Kamu?

Tidak ada satu posisi HR yang otomatis paling bagus untuk semua orang.

Kalau kamu suka berkomunikasi dan bertemu banyak kandidat, kamu dapat mempertimbangkan HR Recruitment.

Kalau kamu lebih nyaman dengan dokumen, data, dan pekerjaan administratif, Personalia atau HR Admin bisa menjadi pilihan yang relevan.

Kalau kamu tertarik dengan sistem, software, database, dan pengolahan data, HRIS dapat menjadi jalur yang menarik untuk dipelajari.

Kalau kamu ingin pekerjaan yang menggabungkan fungsi HR dengan urusan operasional umum kantor, kamu bisa melihat lowongan HR GA.

Sementara kalau kamu ingin mempelajari berbagai sisi pengelolaan SDM, posisi HR Generalist atau HRD dengan cakupan luas bisa menjadi salah satu jalur yang dipertimbangkan, tergantung struktur perusahaan.


Kesimpulan

HRD, HR GA, HRIS, HR Recruitment, dan HR Personalia sama-sama berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia, tetapi fokus pekerjaannya tidak selalu sama.

HRD biasanya digunakan sebagai istilah luas untuk fungsi atau departemen pengelolaan SDM, meskipun penggunaan istilahnya dapat berbeda antarperusahaan.

HR GA menggabungkan fungsi HR dengan General Affairs, sehingga pekerjaannya dapat menyentuh administrasi karyawan sekaligus kebutuhan operasional umum.

HRIS berfokus pada sistem informasi dan proses digital HR serta pengelolaan data yang berkaitan dengan sistem tersebut.

HR Recruitment berfokus pada proses mencari, menyaring, dan menyeleksi kandidat sesuai kebutuhan perusahaan.

Sedangkan HR Personalia lebih dekat dengan administrasi kepegawaian seperti data karyawan, absensi, kontrak, cuti, surat-menyurat, dan administrasi lainnya sesuai pembagian tugas perusahaan.

Hal paling penting untuk kamu ingat adalah: jangan memilih lowongan HR hanya berdasarkan nama posisinya.

Luangkan waktu untuk membaca jobdesk dan kualifikasinya. Dengan begitu, kamu tidak hanya melamar karena melihat tulisan “HR”, tetapi benar-benar memahami pekerjaan yang akan kamu jalani jika diterima.

🎯 Pesan Mimin untuk Fresh Graduate:

Kalau kamu baru ingin masuk dunia HR, tidak perlu merasa harus langsung menguasai semua bidang. Pilih satu jalur yang paling dekat dengan minatmu, kuasai dasar-dasarnya, bangun skill administrasi dan komunikasi, lalu tambahkan pengalaman yang benar-benar kamu miliki ke dalam CV. Karier HR bisa berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan spesialisasi.


FAQ Seputar Perbedaan HRD, HR GA, HRIS, HR Recruitment, dan Personalia

1. Apakah HRD dan HR itu sama?

Dalam percakapan sehari-hari di perusahaan Indonesia, istilah HRD sering digunakan untuk menyebut bagian atau fungsi HR. Namun secara struktur, HR dapat memiliki berbagai fungsi dan spesialisasi. Karena itu, lihat penggunaan istilah tersebut dalam lowongan dan job description perusahaan.

2. Apa perbedaan HRD dan HR Recruitment?

HRD dapat memiliki cakupan yang lebih luas dalam pengelolaan SDM, sedangkan HR Recruitment secara khusus berfokus pada proses pencarian dan seleksi kandidat.

3. Apa perbedaan HR Recruitment dan Personalia?

Recruitment lebih banyak berfokus pada proses mendapatkan kandidat, sedangkan personalia lebih banyak menangani administrasi kepegawaian setelah atau selama seseorang menjadi karyawan.

4. Apakah HRIS termasuk bagian dari HR?

HRIS berkaitan erat dengan fungsi HR karena menangani sistem dan data proses HR. Namun, implementasi dan dukungan teknisnya dapat melibatkan tim IT atau vendor, tergantung struktur perusahaan.

5. Apakah HR GA sama dengan HRD?

Tidak selalu. HR GA biasanya menggabungkan fungsi Human Resources dan General Affairs, sedangkan HRD dapat digunakan sebagai istilah untuk fungsi atau departemen SDM dengan cakupan yang berbeda-beda menurut perusahaan.

6. Apakah fresh graduate bisa melamar HR Recruitment?

Bisa jika lowongan tersebut membuka kesempatan untuk fresh graduate atau tidak mensyaratkan pengalaman tertentu. Kamu tetap harus memeriksa persyaratan setiap perusahaan.

7. Apakah fresh graduate bisa bekerja sebagai Personalia?

Bisa pada lowongan yang memang membuka posisi entry-level. Kemampuan administrasi, Excel, pengelolaan dokumen, ketelitian, dan komunikasi dapat menjadi bekal yang relevan.

8. Apakah harus lulusan Psikologi untuk bekerja di HR?

Tidak ada satu aturan pendidikan yang berlaku untuk seluruh posisi HR. Persyaratan berbeda berdasarkan perusahaan dan posisi. Karena itu, periksa bagian kualifikasi pada lowongan yang kamu incar.

9. Apakah HR harus bisa Excel?

Excel sangat berguna untuk pekerjaan HR yang berhubungan dengan data dan administrasi. Tingkat kemampuan yang dibutuhkan berbeda-beda berdasarkan posisi.

10. Kalau saya suka komunikasi, tetapi juga suka administrasi, pilih HR apa?

Kamu dapat membandingkan HR Recruitment, HR Generalist, atau HRGA. Namun jangan hanya berdasarkan minat; lihat juga jobdesk masing-masing lowongan karena pembagian tugas dapat berbeda antarperusahaan.

Referensi dan Bacaan Lanjutan

Untuk memahami pembagian fungsi HR secara lebih mendalam, Mimin merujuk pada beberapa sumber yang membahas fungsi HR, HRD, HRGA, dan personalia, termasuk publikasi BPSDM Pemerintah Provinsi Jambi serta referensi pengelolaan HR yang diperbarui pada 2026.

Catatan Mimin: Pembagian tugas dan penggunaan nama jabatan di bidang HR dapat berbeda antarperusahaan. Artikel ini memberikan gambaran umum berdasarkan fungsi pekerjaan, bukan aturan bahwa setiap perusahaan harus menggunakan struktur jabatan yang sama. Selalu jadikan job description dan kualifikasi pada lowongan resmi sebagai acuan utama sebelum melamar.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close