TRENDING!

Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Interview yang Bisa Bikin Kamu Gagal Diterima Kerja


Sudah mengirim banyak lamaran, akhirnya dipanggil interview, tetapi setelah itu tidak ada kabar lagi? Kalau pernah mengalami hal seperti ini, jangan langsung berpikir bahwa kamu tidak cocok dengan pekerjaan tersebut.

Dalam proses interview, hal-hal kecil yang terlihat sepele ternyata bisa memengaruhi bagaimana recruiter melihat kesiapan dan sikap kita sebagai calon karyawan. Bukan berarti satu kesalahan otomatis membuat seseorang gagal diterima, tetapi beberapa kesalahan tertentu memang bisa membuat kesan yang seharusnya sudah baik menjadi kurang meyakinkan.

Apalagi bagi fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman interview. Wajar kalau masih gugup, salah menjawab, atau bingung harus bersikap seperti apa ketika berhadapan langsung dengan HRD maupun user.

Karena itu, sebelum datang ke interview berikutnya, coba perhatikan 10 kesalahan berikut. Mimin juga sertakan alasan kenapa sebaiknya dihindari dan apa yang bisa kamu lakukan sebagai gantinya.

1. Datang Terlambat Tanpa Memberikan Kabar

Datang terlambat memang bisa terjadi karena kondisi jalan, kendaraan bermasalah, salah lokasi, atau hal lain yang tidak direncanakan. Namun, yang sering menjadi masalah bukan hanya keterlambatannya, melainkan ketika kandidat tidak memberikan kabar sama sekali.

Bagi recruiter, ketepatan waktu dapat menjadi salah satu gambaran awal mengenai bagaimana seseorang menghargai jadwal dan proses rekrutmen.

Kenapa harus dihindari?

Recruiter juga memiliki jadwal dan kandidat lain yang harus ditemui. Jika kamu terlambat tanpa memberi informasi, hal tersebut dapat membuat proses interview terganggu dan memberikan kesan kurang siap.

Saran Mimin

Kalau sejak perjalanan kamu sudah melihat kemungkinan akan terlambat, segera hubungi recruiter melalui kontak yang diberikan. Jelaskan kondisinya secara singkat, minta maaf, dan sampaikan perkiraan waktu kedatangan.

Tips singkat:

  • Usahakan tiba 15–30 menit lebih awal.
  • Cek rute dan lokasi perusahaan sehari sebelumnya.
  • Siapkan alternatif transportasi jika memungkinkan.
  • Jika terlambat, segera beri kabar.

2. Tidak Mencari Tahu Tentang Perusahaan

Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul saat interview adalah “Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan kami?”

Sayangnya, masih ada kandidat yang datang hanya dengan membawa CV tanpa mengetahui perusahaan yang dilamarnya. Bahkan ada yang baru mengetahui nama perusahaan ketika sudah berada di lokasi interview.

Kenapa harus dihindari?

Recruiter tentu tidak berharap kandidat menghafal seluruh sejarah perusahaan. Namun, setidaknya kamu perlu mengetahui perusahaan tersebut bergerak di bidang apa, produk atau jasanya, serta posisi yang kamu lamar.

Jawaban yang terlalu kosong dapat membuat kamu terlihat belum benar-benar mempertimbangkan posisi tersebut.

Saran Mimin

Tidak perlu melakukan riset berjam-jam. Luangkan waktu beberapa menit untuk membuka website resmi perusahaan, media sosial resminya, dan membaca informasi mengenai posisi yang kamu lamar.

Tips singkat:

  • Cari tahu bidang usaha perusahaan.
  • Pahami produk atau layanan utamanya.
  • Baca kembali deskripsi pekerjaan.
  • Kenali lokasi kerja dan posisi yang dilamar.
  • Siapkan minimal 2–3 informasi tentang perusahaan.

3. Tidak Memahami Isi CV Sendiri

CV adalah dokumen yang kamu kirim sendiri kepada perusahaan. Karena itu, ketika interviewer menanyakan pengalaman, kemampuan, organisasi, atau kegiatan yang tertulis di CV, kamu seharusnya dapat menjelaskannya.

Masalahnya, ada kandidat yang memasukkan banyak skill ke dalam CV tetapi ketika ditanya justru tidak dapat menjelaskan penggunaannya.

Kenapa harus dihindari?

Isi CV biasanya menjadi salah satu dasar pertanyaan interview. Jika terdapat perbedaan antara apa yang tertulis dengan apa yang kamu jelaskan, recruiter bisa mempertanyakan keakuratan informasi tersebut.

Saran Mimin

Sebelum interview, baca kembali CV kamu dari atas sampai bawah. Pastikan kamu siap menjelaskan setiap informasi yang memang kamu cantumkan.

Tips singkat:

  • Baca kembali CV sebelum interview.
  • Pahami setiap pengalaman yang dicantumkan.
  • Jangan mencantumkan skill yang sebenarnya tidak kamu kuasai.
  • Siapkan contoh penggunaan skill yang kamu miliki.
  • Jangan melebih-lebihkan pengalaman.

4. Menjawab Pertanyaan Terlalu Pendek

Gugup saat interview adalah hal yang sangat wajar. Namun, jangan sampai rasa gugup membuat hampir semua jawaban hanya berupa “iya”, “tidak”, “bisa”, atau “belum pernah”.

Jawaban singkat belum tentu salah, tetapi jika hampir semua pertanyaan dijawab seperti itu, interviewer akan kesulitan memahami kemampuan dan cara berpikirmu.

Kenapa harus dihindari?

Interview pada dasarnya merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal kamu lebih jauh. Kalau jawaban terlalu pendek, informasi yang bisa dinilai oleh interviewer menjadi sangat terbatas.

Saran Mimin

Jawablah pertanyaan secara langsung, kemudian tambahkan penjelasan atau contoh yang relevan. Tidak perlu bertele-tele.

Tips singkat:

  • Jawab sesuai pertanyaan.
  • Berikan alasan jika memang diperlukan.
  • Tambahkan contoh pengalaman.
  • Gunakan kalimat yang sederhana.
  • Hindari jawaban yang terlalu panjang dan keluar topik.

5. Terlalu Menghafal Jawaban Interview

Persiapan sebelum interview memang penting. Kamu bahkan sangat disarankan untuk berlatih menjawab pertanyaan umum. Tetapi, jangan sampai latihan berubah menjadi menghafalkan seluruh jawaban kata demi kata.

Ketika pertanyaan interviewer sedikit berbeda dari yang kamu hafalkan, kamu bisa menjadi bingung atau justru memberikan jawaban yang terdengar tidak natural.

Kenapa harus dihindari?

Interviewer biasanya tidak hanya melihat isi jawaban, tetapi juga bagaimana kamu menyampaikan dan merespons pertanyaan.

Saran Mimin

Daripada menghafalkan kalimat, lebih baik pahami poin utama yang ingin kamu sampaikan.

Tips singkat:

  • Pahami inti jawaban, bukan menghafal kalimat.
  • Latihan berbicara dengan bahasa sendiri.
  • Siapkan contoh pengalaman nyata.
  • Latihan menghadapi pertanyaan lanjutan.
  • Jangan takut berhenti sebentar untuk berpikir.

6. Menjelekkan Perusahaan atau Atasan Sebelumnya

Kalau kamu pernah bekerja sebelumnya dan memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan, kamu tetap boleh menjelaskan alasan pindah kerja secara jujur. Namun, usahakan tidak menjadikan sesi interview sebagai tempat untuk meluapkan semua masalah dengan perusahaan atau atasan sebelumnya.

Kenapa harus dihindari?

Ketika kamu terlalu fokus menceritakan keburukan tempat kerja sebelumnya, pembicaraan dapat bergeser dari pengalaman profesional menjadi keluhan pribadi.

Saran Mimin

Jika ditanya alasan keluar atau mencari pekerjaan baru, fokuskan jawaban pada apa yang ingin kamu kembangkan dan cari di pekerjaan berikutnya.

Tips singkat:

  • Jelaskan alasan secara profesional.
  • Hindari menghina mantan atasan.
  • Jangan membuka masalah internal perusahaan sebelumnya.
  • Fokus pada pengalaman yang kamu dapatkan.
  • Jelaskan apa yang ingin kamu kembangkan selanjutnya.

7. Terlalu Cepat Membahas Gaji

Gaji merupakan hal penting dalam bekerja. Jadi, sebenarnya tidak salah jika kandidat ingin mengetahui kompensasi yang ditawarkan perusahaan.

Namun, timing juga perlu diperhatikan. Jika baru beberapa menit memulai interview dan pertanyaan pertama yang diajukan adalah “Gajinya berapa?”, pembicaraan bisa terasa kurang tepat karena proses interview belum membahas kecocokan pekerjaan secara keseluruhan.

Kenapa harus dihindari?

Interview bukan hanya mengenai berapa besar gaji yang akan diterima. Perusahaan juga sedang menilai apakah kandidat sesuai dengan kebutuhan posisi.

Saran Mimin

Jika recruiter belum menjelaskan gaji, kamu tetap boleh menanyakannya ketika diberikan kesempatan bertanya atau ketika pembahasan sudah masuk ke tahap kompensasi.

Tips singkat:

  • Pahami dulu posisi dan tanggung jawabnya.
  • Jangan menjadikan gaji sebagai satu-satunya pembahasan.
  • Tanyakan kompensasi pada waktu yang tepat.
  • Siapkan kisaran ekspektasi gaji yang masuk akal.
  • Pahami benefit dan sistem kerja yang ditawarkan.

8. Terlalu Banyak Menggunakan Bahasa yang Tidak Profesional

Interview tidak harus selalu kaku. Kamu tetap boleh berbicara dengan gaya yang natural. Namun, tetap ada batas antara natural dan terlalu santai.

Contohnya menggunakan kata-kata seperti “gue”, “lu”, bercanda berlebihan, atau memotong pembicaraan interviewer.

Kenapa harus dihindari?

Cara berkomunikasi menjadi bagian dari kesan yang terbentuk selama interview. Bahasa yang terlalu santai dapat kurang sesuai dengan situasi profesional, terutama jika kamu sedang mengikuti interview formal.

Saran Mimin

Gunakan bahasa yang sopan, jelas, dan tetap menjadi diri sendiri. Kamu tidak perlu menggunakan bahasa yang terlalu rumit hanya agar terlihat profesional.

Tips singkat:

  • Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
  • Hindari slang berlebihan.
  • Jangan memotong pembicaraan.
  • Dengarkan pertanyaan sampai selesai.
  • Sesuaikan gaya komunikasi dengan situasi.

9. Tidak Menyiapkan Pertanyaan untuk Interviewer

Menjelang akhir interview, biasanya kandidat diberikan kesempatan untuk bertanya. Jangan langsung menjawab “Tidak ada” jika sebenarnya masih ada hal yang ingin kamu ketahui.

Kamu tidak harus mengajukan banyak pertanyaan. Satu atau dua pertanyaan yang relevan sudah cukup untuk membantu kamu memahami pekerjaan yang sedang dilamar.

Kenapa harus dihindari?

Kesempatan bertanya dapat kamu gunakan untuk mendapatkan informasi yang belum dijelaskan selama interview. Ini juga membantu kamu memastikan bahwa posisi tersebut memang sesuai dengan apa yang kamu cari.

Saran Mimin

Siapkan beberapa pertanyaan sebelum interview. Pilih pertanyaan yang jawabannya memang belum tersedia di informasi lowongan.

Tips singkat:

  • Tanyakan tanggung jawab utama posisi.
  • Tanyakan proses atau tahapan setelah interview.
  • Tanyakan sistem kerja jika belum dijelaskan.
  • Tanyakan target atau ekspektasi posisi.
  • Hindari pertanyaan yang jawabannya sudah jelas di lowongan.

10. Tidak Menunjukkan Ketertarikan terhadap Posisi yang Dilamar

Ada perbedaan antara orang yang datang interview karena benar-benar ingin bekerja dengan orang yang sekadar mencoba peruntungan.

Kamu tidak harus berpura-pura sangat antusias. Tetapi, ketika ditanya alasan melamar, setidaknya kamu perlu bisa menjelaskan kenapa posisi tersebut menarik bagi kamu dan apa yang ingin kamu pelajari atau kontribusikan.

Kenapa harus dihindari?

Perusahaan membutuhkan kandidat yang memahami posisi yang dilamar. Jika kamu sendiri tidak mengetahui alasan melamar, akan lebih sulit bagi interviewer melihat hubungan antara kemampuanmu dengan kebutuhan posisi tersebut.

Saran Mimin

Jangan hanya mengatakan “Saya butuh pekerjaan”. Jawaban tersebut mungkin jujur, tetapi akan lebih baik jika kamu menghubungkannya dengan posisi yang dilamar, kemampuan yang kamu punya, serta hal yang ingin kamu kembangkan.

Tips singkat:

  • Pahami alasan kamu melamar.
  • Hubungkan kemampuan dengan posisi.
  • Tunjukkan kesiapan untuk belajar.
  • Jelaskan kontribusi yang bisa kamu berikan.
  • Hindari jawaban yang terkesan asal melamar.

Interview Bukan Tentang Menjadi Kandidat yang Sempurna

Mimin ingin menekankan satu hal: jangan menganggap interview sebagai ujian yang harus dijawab sempurna.

Recruiter juga memahami bahwa kandidat, terutama fresh graduate, bisa merasa gugup. Salah menjawab satu pertanyaan, lupa sesuatu, atau membutuhkan beberapa detik untuk berpikir bukan berarti semuanya langsung berakhir.

Yang lebih penting adalah bagaimana kamu mempersiapkan diri, menyampaikan jawaban dengan jujur, memahami posisi yang dilamar, dan menunjukkan sikap profesional selama proses tersebut.

Kalau ada pertanyaan yang belum bisa kamu jawab, jangan panik. Kamu bisa mengatakan bahwa kamu belum mengetahui jawabannya dan menunjukkan kemauan untuk belajar. Jauh lebih baik daripada memberikan jawaban yang dibuat-buat hanya karena takut terlihat kurang pintar.

Checklist Singkat Sebelum Berangkat Interview

Kalau kamu ingin lebih praktis, sebelum berangkat coba cek beberapa hal berikut:

  • ☐ Sudah membaca kembali CV.
  • ☐ Sudah memahami posisi yang dilamar.
  • ☐ Sudah mencari informasi dasar perusahaan.
  • ☐ Sudah menyiapkan dokumen yang diperlukan.
  • ☐ Sudah mengetahui lokasi interview.
  • ☐ Sudah menyiapkan pakaian yang sesuai.
  • ☐ Sudah menyiapkan beberapa pertanyaan.
  • ☐ Sudah latihan memperkenalkan diri.
  • ☐ Sudah menyiapkan contoh pengalaman atau kegiatan yang relevan.
  • ☐ Sudah menyiapkan diri untuk datang lebih awal.

Penutup

Interview memang tidak menjamin seseorang pasti diterima hanya karena sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Ada banyak faktor lain yang dipertimbangkan perusahaan, termasuk kebutuhan posisi, jumlah kandidat, kualifikasi, dan hasil keseluruhan proses seleksi.

Tetapi, persiapan tetap berada dalam kendali kita. Jadi, daripada terlalu memikirkan “gimana supaya pasti diterima?”, lebih baik fokus pada hal-hal yang memang bisa kamu persiapkan: pahami posisi, kenali perusahaan, kuasai isi CV, latihan menjawab pertanyaan, datang tepat waktu, dan tunjukkan sikap profesional.

Intinya, jangan berusaha terlihat sempurna saat interview. Berusahalah menjadi kandidat yang siap, jujur, sopan, dan mampu menjelaskan apa yang bisa kamu berikan untuk posisi tersebut.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close