Langsung ke konten utama

Rekomendasi :

Sudah Melamar Tapi Belum Ada Panggilan? Follow Up Lamaran Dengan Cara Ini!

Sudah Melamar Tapi Belum Ada Panggilan? Follow Up Lamaran Dengan Cara Ini!


Sudah Melamar Tapi Belum Ada Panggilan? Follow Up Lamaran Dengan Cara Ini!

“Min, gue udah kirim CV beberapa hari lalu, tapi kok belum ada kabar? Boleh chat HRD engga?”

Nah, boleh aja, guys, selama caranya tetap sopan dan engga spam. 😄 Menunggu kabar setelah kirim lamaran memang bikin penasaran. Apalagi kalau posisi yang dilamar memang lagi kamu incar banget.

Tapi jangan langsung berpikir, “Wah, berarti gue ditolak.” Belum tentu. Setiap perusahaan punya proses dan waktu rekrutmen yang beda-beda. Ada yang cepat, ada juga yang butuh waktu lebih lama karena harus menyeleksi banyak kandidat.

Kalau kamu memang ingin tahu perkembangan lamaran, kamu bisa melakukan follow up secara profesional. Gunakan jalur komunikasi yang memang disediakan perusahaan dan pilih waktu yang wajar untuk menghubungi mereka.

Intinya, guys, follow up itu boleh, asal bukan ngejar HRD tiap hari. 😄 Tujuannya cuma menanyakan perkembangan lamaran dengan sopan, bukan menuntut supaya kamu langsung dipanggil interview.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up Lamaran?

Tidak perlu langsung melakukan follow up beberapa jam setelah mengirim CV. Berikan waktu kepada perusahaan untuk memproses lamaran yang masuk.

Jika perusahaan tidak memberikan informasi mengenai jadwal proses seleksi, kamu dapat menggunakan 3–7 hari kerja sebagai patokan praktis sebelum melakukan follow up.

Namun, jika perusahaan sudah memberikan jadwal tertentu, ikuti informasi tersebut. Misalnya perusahaan mengatakan kandidat yang lolos akan dihubungi dalam waktu satu minggu, sebaiknya tunggu sampai periode tersebut selesai.

Catatan: Patokan 3–7 hari kerja bukan aturan wajib untuk semua perusahaan. Gunakan sebagai panduan jika perusahaan tidak memberikan informasi mengenai jadwal proses rekrutmen.

Follow Up Lamaran Sebaiknya Lewat Apa?

Gunakan jalur komunikasi yang memang disediakan perusahaan. Jangan sembarangan mencari nomor pribadi HRD atau recruiter.

Jika sebelumnya kamu mengirim lamaran melalui email dan perusahaan menyediakan alamat email rekrutmen, follow up dapat dilakukan melalui email tersebut.

Jika perusahaan secara resmi memberikan nomor WhatsApp untuk kebutuhan rekrutmen, kamu dapat menggunakan WhatsApp sesuai petunjuk yang diberikan.

Begitu juga dengan portal rekrutmen. Jika status lamaran dapat dilihat melalui akun pelamar, periksa status tersebut terlebih dahulu.

Follow up yang baik bukan hanya tentang isi pesan, tetapi juga menggunakan jalur komunikasi yang tepat.

Contoh Follow Up Lamaran Lewat WhatsApp

Kalau perusahaan memang menyediakan WhatsApp sebagai kontak rekrutmen, kamu bisa menggunakan pesan yang singkat dan sopan seperti berikut:

Selamat siang Bapak/Ibu,

Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya sebelumnya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada [tanggal pengiriman].

Saya ingin menanyakan apakah proses rekrutmen untuk posisi tersebut masih berlangsung.

Saya tetap tertarik untuk mengikuti proses seleksi apabila masih terdapat kesempatan. Terima kasih atas waktu dan informasinya, Bapak/Ibu.

Tidak perlu mengirim pesan seperti “Pak/Bu, lamaran saya sudah dibaca belum?” atau “Kenapa saya belum dipanggil?” Tujuan follow up adalah menanyakan status proses rekrutmen, bukan menuntut recruiter memberikan jawaban.

Contoh Follow Up Lamaran Lewat Email

Kalau sebelumnya kamu mengirim CV melalui email, kamu dapat melakukan follow up dengan format berikut:

Subjek: Follow Up Lamaran – [Nama Posisi] – [Nama Lengkap]

Yth. Bapak/Ibu Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan],

Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Saya sebelumnya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada [tanggal pengiriman].

Melalui email ini, saya ingin menanyakan apakah proses rekrutmen untuk posisi tersebut masih berlangsung dan apakah terdapat informasi lebih lanjut mengenai tahapan seleksi.

Saya tetap tertarik untuk mengikuti proses rekrutmen di [Nama Perusahaan] dan siap mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,
[Nama Lengkap]
[Nomor WhatsApp]
[Email]

Jangan Follow Up Setiap Hari

Follow up bukan berarti kamu harus mengirim pesan setiap hari sampai mendapatkan jawaban.

Kalau sudah melakukan follow up dan belum mendapatkan respons, berikan waktu kembali kepada perusahaan. Mengirim pesan berkali-kali dalam waktu singkat justru membuat komunikasi menjadi kurang nyaman.

Kalau setelah satu kali follow up tetap tidak ada kabar, kamu bisa melanjutkan pencarian kerja ke perusahaan lain sambil menunggu.

Jangan menghentikan pencarian kerja hanya karena sedang menunggu satu perusahaan.

Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Follow Up?

Tidak semua situasi membutuhkan follow up. Sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menghubungi recruiter apabila:

  • Lowongan sudah ditutup dan perusahaan tidak menyediakan informasi kontak.
  • Perusahaan secara jelas mengatakan hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi.
  • Kamu sudah mendapatkan informasi bahwa posisi tersebut sudah terisi.
  • Perusahaan meminta pelamar tidak menghubungi recruiter terkait status lamaran.
  • Kamu sudah beberapa kali melakukan follow up tetapi tidak mendapatkan respons.

Dalam kondisi tersebut, lebih baik menghormati proses perusahaan dan melanjutkan pencarian lowongan lainnya.

Belum Dipanggil Interview, Apa Berarti CV Kamu Jelek?

Belum tentu.

Tidak mendapatkan panggilan interview setelah melamar bukan berarti CV kamu pasti buruk. Kamu juga tidak selalu mengetahui bagaimana proses seleksi berlangsung di dalam perusahaan.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa masalahnya ada pada CV. Tetapi kamu tetap bisa melakukan evaluasi terhadap lamaran yang sudah dikirim.

Coba tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah CV sudah disesuaikan dengan posisi yang dilamar?
  • Apakah pengalaman dan keahlian yang relevan sudah terlihat?
  • Apakah nomor kontak yang dicantumkan masih aktif?
  • Apakah semua persyaratan lowongan sudah dipenuhi?
  • Apakah kamu sudah mengikuti instruksi pendaftaran?
  • Apakah lamaran dikirim melalui kanal yang benar?

Kalau masih ada yang kurang, perbaiki sebelum mengirim lamaran berikutnya.

Jangan Hanya Menunggu Satu Lamaran

Mimin tahu rasanya berharap pada satu lowongan, terutama kalau perusahaan dan posisinya memang sesuai dengan keinginan kamu.

Tetapi dalam mencari kerja, jangan berhenti hanya karena sedang menunggu satu proses rekrutmen.

Setelah melakukan follow up, tetap cari lowongan lain yang sesuai. Dengan begitu, kamu tidak hanya bergantung pada satu kesempatan.

Kamu juga bisa membuat catatan sederhana mengenai lamaran yang sudah dikirim.

Catatan sederhana seperti ini membantu kamu mengetahui kapan melamar, kapan melakukan follow up, dan lamaran mana saja yang masih menunggu.

Kesimpulan

“Min, gue udah kirim lamaran tapi belum ada kabar. Follow up boleh engga?”

Boleh, guys. Kalau perusahaan engga memberikan jadwal khusus, kamu bisa follow up setelah 3–7 hari kerja. Engga perlu buru-buru, apalagi baru kirim lamaran terus beberapa jam kemudian langsung nanya, “Min, sudah dibaca belum?” 😄

Saat follow up, cukup sebutkan nama, posisi yang dilamar, tanggal pengiriman lamaran, lalu tanyakan dengan sopan mengenai status rekrutmen.

Gunakan kontak yang memang disediakan perusahaan untuk keperluan rekrutmen. Jangan menghubungi nomor pribadi recruiter kalau nomor tersebut engga diberikan untuk urusan pekerjaan.

Dan yang paling penting, jangan cuma menunggu satu perusahaan. Setelah follow up, lanjutkan cari dan kirim lamaran ke tempat lain.

Jadi, follow up boleh. Tapi jangan sampai pencarian kerja berhenti cuma karena lagi nunggu satu kabar.

© LOKERTERBARUIND - Mudah Cari Kerja & Naek Level! - All Rights Reserved